Yeh 3:10,11 :"Hai anak manusia,...pergilah dan temuilah orang-orang buangan, teman sebangsamu, berbicaralah kepada mereka dan katakanlah :Beginilah firman Tuhan ALLAH; baik mereka mau mendengarkan atau tidak."
Dalam penglihatannya nabi Yehezkiel menerima gulungan kitab penuh tulisan yang berisi ratapan, keluh kesah dan rintihan. Dan Tuhan menyuruhnya memakan kitab itu, ternyata kitab itu serasa manis seperti madu dimulut nabi Yehezkiel.
Hal ini menunjukkan bahwa walaupun pelayanan yang Tuhan beri kepada kita nampaknya sulit, berat, tidak enak dan penuh resiko, melakukan kehendak Tuhan itu selalu manis seperti madu.
Jiwa kita akan memperoleh kepuasan, sebaliknya apabila kita tidak melakukan kehendak Allah Bapa, maka jiwa kita tidak akan tentram.
Nabi Yehezkiel diutus untuk menyampaikan firman Tuhan kepada orang-orang buangan di Babel. Dalam Perjanjian Baru kata "Babel" dipakai sebagai lambang keduniawian/kegelapan dosa. Atas dasar pengertian itu, orang-orang yang belum mengenal dan menerima Kristus, keadaannya seumpama orang-orang buangan di Babel.
Kita perlu memberitakan Kristus kepada mereka supaya mereka masuk ke dalam terang Kristus dan hidup sebagai anak-anak terang.
" Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegurlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." ( 2 Tim 4:2).
Bapa di sorga, di dalam nama Yesus Kristus kami mohon teguhkanlah kami baik dalam waktu yang baik maupun dalam waktu yang tidak baik, kami siap sedia untuk memberitakan berita keselamatan dariMu, berita kelepasan dariMu, berita kehidupan dariMu. Mari Roh Kudus kami mau menangisi jiwa-jiwa yang terbuang dalam kegelapan, jiwa-jiwa yang terbuang dalam kekelaman dosa, yang putus asa, yang tidak berpengharapan dan siap binasa dalam kekekalan. Ini kami, utuslah kami ya Tuhan! Amin.
Blessed is the man who walks not in the counsel of the ungodly, nor stands in the path of sinners, nor sits in the seat of the scornful; but his delight is in the law of the LORD, and in His law he meditates day and night. Psalm 1:1-2
Tampilkan postingan dengan label Yehezkiel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yehezkiel. Tampilkan semua postingan
18 Juli 2009
19 Mei 2009
Misteri Dosa
Yeh 28:14,15 :"Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, digunung Allah engkau berada...Engkau tidak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu."
Dosa adalah misterius, tidak dapat diterangkan dan tidak dapat diberikan sebab-sebab keberadaannya, oleh karena apabila dapat diberikan sebab-sebab keberadaannya, maka itu tidak menjadi dosa lagi. Apakah dosa adalah semacam anomali ditengah kesempurnaan ? Hanya Tuhan yang tahu alasan lahirnya dosa.
Yang perlu kita ketahui agar kita dapat waspada terhadapnya adalah sarana yang akan dipakai oleh dosa untuk mewujudkan dirinya.
Alkitab hanya memberikan definisi tentang dosa yaitu pelanggaran hukum Allah ( 1 Yoh 3:4 ), tindakan melawan hukum kasih yang agung.
Kita hanya bisa memahami sarana yang dipakai oleh dosa untuk mewujudkan dirinya yaitu mementingkan diri sendiri, sehingga menimbulkan kecurangan ( menginginkan apa yang bukan menjadi haknya ).
Lucifer, malaikat terindah ciptaan TUHAN, entah oleh sebab apa terserang keinginan yang begitu menggebu, terasuki oleh hasrat yang tidak tertahankan untuk memiliki penghormatan bagi dirinya sendiri; sehingga ia menipu malaikat-malaikat di sorga untuk mengikuti dia, menipu manusia agar tidak menuruti perintah Tuhan Allah, agar meragukan keberadaanNya dan menanamkan kepada manusia bahwa mereka adalah Tuhan bagi dirinya sendiri dan bahwa manusia layak mendapatkan penghormatan yang sederajat dengan Tuhan Allah ( ingat kisah Taman Eden ).
Di hari-hari terakhir ini makin banyak paham, filsafat, aliran yang membawa kita semakin kabur dalam memahami dosa; waspadailah jika dosa dianggap sebagai masalah yang sepele ! Perkawinan sejenis, sex bebas, aborsi sampai kepada kepercayaan bahwa kita adalah Tuhan bagi diri kita sendiri; hal-hal tersebut semakin dianggap sebagai hal yang wajar bahkan dianggap sebagai hak asasi manusia.
Marilah kita semakin menundukan diri dihadapan TUHAN semesta alam yang oleh karena kasihNya semata kita boleh diselamatkan dari akibat dosa yaitu maut, kebinasaan kekal. Tetap fokus kepadaNya, pada FirmanNya, oleh karena FirmanNya ya dan amin yaitu kebenaran yang mutlak.
Dosa adalah misterius, tidak dapat diterangkan dan tidak dapat diberikan sebab-sebab keberadaannya, oleh karena apabila dapat diberikan sebab-sebab keberadaannya, maka itu tidak menjadi dosa lagi. Apakah dosa adalah semacam anomali ditengah kesempurnaan ? Hanya Tuhan yang tahu alasan lahirnya dosa.
Yang perlu kita ketahui agar kita dapat waspada terhadapnya adalah sarana yang akan dipakai oleh dosa untuk mewujudkan dirinya.
Alkitab hanya memberikan definisi tentang dosa yaitu pelanggaran hukum Allah ( 1 Yoh 3:4 ), tindakan melawan hukum kasih yang agung.
Kita hanya bisa memahami sarana yang dipakai oleh dosa untuk mewujudkan dirinya yaitu mementingkan diri sendiri, sehingga menimbulkan kecurangan ( menginginkan apa yang bukan menjadi haknya ).
Lucifer, malaikat terindah ciptaan TUHAN, entah oleh sebab apa terserang keinginan yang begitu menggebu, terasuki oleh hasrat yang tidak tertahankan untuk memiliki penghormatan bagi dirinya sendiri; sehingga ia menipu malaikat-malaikat di sorga untuk mengikuti dia, menipu manusia agar tidak menuruti perintah Tuhan Allah, agar meragukan keberadaanNya dan menanamkan kepada manusia bahwa mereka adalah Tuhan bagi dirinya sendiri dan bahwa manusia layak mendapatkan penghormatan yang sederajat dengan Tuhan Allah ( ingat kisah Taman Eden ).
Di hari-hari terakhir ini makin banyak paham, filsafat, aliran yang membawa kita semakin kabur dalam memahami dosa; waspadailah jika dosa dianggap sebagai masalah yang sepele ! Perkawinan sejenis, sex bebas, aborsi sampai kepada kepercayaan bahwa kita adalah Tuhan bagi diri kita sendiri; hal-hal tersebut semakin dianggap sebagai hal yang wajar bahkan dianggap sebagai hak asasi manusia.
Marilah kita semakin menundukan diri dihadapan TUHAN semesta alam yang oleh karena kasihNya semata kita boleh diselamatkan dari akibat dosa yaitu maut, kebinasaan kekal. Tetap fokus kepadaNya, pada FirmanNya, oleh karena FirmanNya ya dan amin yaitu kebenaran yang mutlak.
Bapa di sorga apa yang kami ketahui dalam kehidupan ini sangatlah sedikit, namun oleh kasihMu dan oleh hikmatMu kami boleh hidup berkenan dihadapanMu. Terima kasih Bapa atas penyertaanMu pada hari-hari terakhir ini, hari-hari yang semakin jahat dimataMu; kami merindukan kedatanganMu ya Tuhan. Roh Kudus sucikan kami dan persiapkan kami untuk menyambut kedatangan Raja di atas segala raja, Mempelai terkasih, Tuhan Allah yang perkasa yang kami sembah dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.
15 Mei 2009
Tuhan tidak Adil?
Yeh 18:29 :"Yet the house of Israel says,'The way of the Lord is not fair.' O house of Israel, is it not My ways which are fair, and your ways which are not fair?
Menjelang hari-hari terakhir runtuhnya kerajaan Yehuda, kaum Yehuda mengalami banyak penderitaan sampai akhirnya mereka digiring sebagai budak di negeri Babel.
Kepahitan merasuk kedalam hati mereka, sehingga mereka menuduh Tuhan telah berlaku tidak adil bagi mereka.
Mereka telah menjatuhkan vonis bahwa Tuhan tidak adil oleh karena membiarkan mereka dipermalukan, dikalahkan, ditawan dan dijadikan budak.
Mereka tidak habis pikir mengapa Tuhan tidak menyelamatkan mereka dari serangan musuh ? Mereka merasa mereka lebih baik dan tidak sejahat raja Nebukadnezar. Mereka keheranan mengapa Tuhan mengizinkan kaum Babel menjadi makmur dan berkuasa.
Nabi Yehezkiel memperingatkan mereka agar tidak menuduh Tuhan tidak adil, namun mereka harus memeriksa diri mereka sendiri, membuang kelakuan mereka yang durhaka dan bertobat ! ( Yeh 18:31,32).
Berapa banyak anak Tuhan dimasa ini juga berpendirian serupa dengan bangsa Israel pada jaman itu.
Ada yang berpikir bahwa kadang kala tindakan Tuhan tidak adil bagi mereka. Ada yang berpikir bahwa mereka telah berdoa, beribadah ( merasa lebih baik daripada orang lain), namun Tuhan membiarkan mereka berada dalam situasi dan kondisi yang membuat mereka menderita.
Mereka mulai berpikir kenapa orang yang tidak percaya kepada Tuhan koq lebih diberkati, dapat menikmati hidup dengan kelimpahan; so apa enaknya jadi orang Kristen?
Sungguh pandangan, pikiran seperti itu muncul dari pikiran kita sendiri yang tidak mempunyai dasar kebenaran yang absolut. Pandangan kita sering keliru, oleh karena kita memandang setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita dari kaca mata kita sendiri.
Marilah kita memandang segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan, baru kita akan mengerti jalan-jalanNya.
Pandanglah segala sesuatu dari sudut pandang kasih, maka akan tersibaklah jalan-jalanNya yang ajaib yang akan membawa kita kepada kemuliaan.
Sebab Dia adalah Yehovah Mephalti, TUHAN penyelamat/pembebasku, maka Dia tidak mungkin memungkiri diriNya sendiri, Dia pasti menyelamatkan dan membebaskan kita! Haleluyah!
Bapa disorga seringkali kami terjebak dalam sudut pandang kami sendiri, terjebak oleh sistem nilai-nilai kami sendiri, sehingga kami kadang keliru menilai perbuatanMu. Ampunilah kami ya Bapa, ampuni kepicikan kami yang menutup mata hati kami bahwa Engkau adalah Yehovah Mephalti; Engkaulah yang pasti melepaskan, membebaskan kami dari setiap situasi dan kondisi yang kami alami yang membatasi kami untuk memuliakan namaMu. Amin.
Menjelang hari-hari terakhir runtuhnya kerajaan Yehuda, kaum Yehuda mengalami banyak penderitaan sampai akhirnya mereka digiring sebagai budak di negeri Babel.
Kepahitan merasuk kedalam hati mereka, sehingga mereka menuduh Tuhan telah berlaku tidak adil bagi mereka.
Mereka telah menjatuhkan vonis bahwa Tuhan tidak adil oleh karena membiarkan mereka dipermalukan, dikalahkan, ditawan dan dijadikan budak.
Mereka tidak habis pikir mengapa Tuhan tidak menyelamatkan mereka dari serangan musuh ? Mereka merasa mereka lebih baik dan tidak sejahat raja Nebukadnezar. Mereka keheranan mengapa Tuhan mengizinkan kaum Babel menjadi makmur dan berkuasa.
Nabi Yehezkiel memperingatkan mereka agar tidak menuduh Tuhan tidak adil, namun mereka harus memeriksa diri mereka sendiri, membuang kelakuan mereka yang durhaka dan bertobat ! ( Yeh 18:31,32).
Berapa banyak anak Tuhan dimasa ini juga berpendirian serupa dengan bangsa Israel pada jaman itu.
Ada yang berpikir bahwa kadang kala tindakan Tuhan tidak adil bagi mereka. Ada yang berpikir bahwa mereka telah berdoa, beribadah ( merasa lebih baik daripada orang lain), namun Tuhan membiarkan mereka berada dalam situasi dan kondisi yang membuat mereka menderita.
Mereka mulai berpikir kenapa orang yang tidak percaya kepada Tuhan koq lebih diberkati, dapat menikmati hidup dengan kelimpahan; so apa enaknya jadi orang Kristen?
Sungguh pandangan, pikiran seperti itu muncul dari pikiran kita sendiri yang tidak mempunyai dasar kebenaran yang absolut. Pandangan kita sering keliru, oleh karena kita memandang setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita dari kaca mata kita sendiri.
Marilah kita memandang segala sesuatu dari sudut pandang Tuhan, baru kita akan mengerti jalan-jalanNya.
Pandanglah segala sesuatu dari sudut pandang kasih, maka akan tersibaklah jalan-jalanNya yang ajaib yang akan membawa kita kepada kemuliaan.
Sebab Dia adalah Yehovah Mephalti, TUHAN penyelamat/pembebasku, maka Dia tidak mungkin memungkiri diriNya sendiri, Dia pasti menyelamatkan dan membebaskan kita! Haleluyah!
Bapa disorga seringkali kami terjebak dalam sudut pandang kami sendiri, terjebak oleh sistem nilai-nilai kami sendiri, sehingga kami kadang keliru menilai perbuatanMu. Ampunilah kami ya Bapa, ampuni kepicikan kami yang menutup mata hati kami bahwa Engkau adalah Yehovah Mephalti; Engkaulah yang pasti melepaskan, membebaskan kami dari setiap situasi dan kondisi yang kami alami yang membatasi kami untuk memuliakan namaMu. Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)