Tampilkan postingan dengan label Yeremia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yeremia. Tampilkan semua postingan

17 Agustus 2011

MERDEKA !!!

Yer 4:19,20 :" Aduh, dadaku, dadaku! Aku menggeliat sakit! Aduh dinding jantungku! Jantungku berdebar-debar, aku tidak dapat berdiam diri, sebab aku mendengar bunyi sangkakala, pekik perang. Kehancuran demi kehancuran dikabarkan,...."

Nabi Yeremia disini bukan menceritakan bahwa dia sedang terserang sakit jantung atau mengalami gejala stroke; tapi dia sedang mendapatkan penglihatan tentang bagaimana bangsanya akan dijajah dan diperbudak musuh.
Namun para pemimpin bangsanya tidak percaya penglihatan itu akan betul-betul terjadi. Mereka terus hidup dalam dosa, menjadi penyembah berhala dan bersikap masa bodoh terhadap Tuhan. Karena tidak mau bertobat akhirnya mereka benar-benar menjadi tawanan musuh.

Kemerdekaan adalah suatu hal yang amat sangat berharga; lihat saja berapa banyak pahlawan yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita.
Demikian pula kemerdekaan kita dari perbudakan dosa sungguh merupakan anugerah dan karunia yang amat sangat berharga. Karena Yesus telah menyerahkan nyawanya dan gugur demi untuk menebus dosa-dosa kita, hingga kita dapat dibebaskan dari perbudakan dosa. Dan dengan kuasa kebangkitanNya kita berhak menerima hidup yang berkemenangan dan menjadi umat pilihan Allah dan imamat yang rajani.
Sebagaimana Firman Tuhan mengatakan : "Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut." (Rom 8:1,2)

Kemerdekaan itu akan kita alami setiap hari bila kita menjalani hidup ini dengan berpedoman pada FirmanNya. Dengan pertolongan kuasa Roh Kudus, kita menolak dorongan yang mendesak kita berbuat dosa. Kita tidak lagi diperintah, disetir oleh iblis, tetapi dengan sukarela kita menuruti pimpinan Roh Kudus.
Kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa !

Bapa disorga, puji syukur kami naikkan dengan segenap hati kami, betapa baik dan baik dan baiknya Engkau TUHAN. Engkau telah memerdekakan kami dari perbudakan dosa yang senantiasa hendak membelenggu dan memperbudak kami. Terpujilah Engkau ya TUHAN hanya karena kasih karuniaMulah kami beroleh keselamatan dan kemenangan. Roh Kudus kuatkan dan teguhan kami dalam melaksanakan FirmanMu, biarlah hari demi hari kami boleh bertumbuh dalam pengenalan kami kepadaMu dan kami boleh menjadi surat Kristus yang hidup.
Didalam nama Yesus Kristus kami mengucap syukur dan berdoa. Amin.

17 Juli 2009

Musafir

Yer 51:64 :"Beginilah Babel akan tenggelam, dan tidak akan timbul-timbul lagi, oleh karena malapetaka yang Kudatangkan atasnya."

Kaum/bangsa Babel adalah suatu bangsa yang yang maju, kaya dan kuat sekali; kerajaan Babel telah menguasai dunia sekelilingnya, sehingga membuat mereka menjadi angkuh dan merasa dirinya tidak tertandingi. Dan ini semua mengakibatkan kerusakan moral terjadi pada raja dan rakyatnya, mereka adalah penyembah-penyembah berhala, yang merupakan kejijikan bagi Allah.
Sehingga pada saat puncak masa kejayaannya, datanglah Firman TUHAN: "...Babel akan tenggelam dan tidak timbul-timbul lagi.." dan memang benar akhirnya Babel diluluh lantakan oleh kerajaan Media Persia.

Babel melambangkan keduniawian yang penuh dengan pelbagai tawaran yang menggoda kita: keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup. (1 Yoh 2:16).
Mari kita senantiasa waspada jangan sampai kita terseret oleh tipuan dan tawaran yang memikat dari dunia, sebab unsur-unsur dunia akan hangus dalam api ...(2Pet 3:10b).
Dunia yang ditunggangi oleh iblis selalu berusaha menghambat pekerjaan Tuhan, menjatuhkan hamba-hamba dan anak-anak Tuhan. Dunia membenci pengikut Kristus ( Yoh 15:18), karena memang dunia tidak mengenal Allah yang benar ( 1 Kor 1:21 ).
Kita adalah musafir dalam dunia ini, tempat tinggal kita yang kekal adalah di Surga bersama-sama denganNya.

Bapa disorga biarlah kesadaran bahwa kami adalah musafir di dunia ini semakin hari semakin meningkat dalam diri kami; sehingga apapun godaan, pikatan keduniawian ini semakin hari semakin berkurang kekuatannya dalam diri kami, kami semakin mampu bertahan dalam menghadapi godaannya. Dalam nama Yesus Kristus kami mohon Roh Kudus tolong kami, kuatkan dan teguhkan kami selama kami hidup dalam dunia ini dan biarlah apa yang kami kerjakan akan berbuah-buah yang manis bagi kekekalan. Amin.

14 Juli 2009

Tuhan Yang Menentukan

Yer 32 :5 :"...Zedekia akan diangkut ke Babel...Sekalipun ia memerangi orang Babel, ia tidak akan berhasil. Aku, Tuhan telah berbicara." ( Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Ayat di atas adalah nubuatan nabi Yeremia terhadap raja Zedekia, bahwa ia akan mengalami kekalahan. Apa reaksi raja Zadekia begitu selesai mendengar nubuatan itu? Ia marah dan menjebloskan nabi Yeremia ke dalam penjara.
Raja Zedekia mengalami kekalahan karena kehidupan pribadinya tidak berkenan di hadapan Tuhan dan tidak membimbing rakyatnya di jalan Tuhan. Hal mana diuraikan dalam Yer 32:33,24 : "Mereka membelakangi Aku...sekalipun Aku mengajar mereka,...tiada mereka mau mendengarkan... Mereka menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikan di rumah yang diatasnya namaKu diserukan..."

Dalam menghadapi serangan dari pihak musuh, raja Zedekia malah mengandalkan bantuan tentara Firaun, bukannya berseru kepada Tuhan. Dia lupa bahwa Tuhanlah yang menentukan siapa yang akan menang!
Betapa besarnya kekuatan militer sebuah negara, berapa banyak pasukan dan senjata yang hebat, negara itu tidak akan menang dalam peperangan tanpa seijin Tuhan. Dengan mudah Tuhan semesta alam meruntuhkan pemerintahan manapun juga, semudah Ia menemplak seseorang yang terus menerus menentang Dia.

Marilah kita berdoa untuk bangsa, negara dan pimpinan-pimpinan pemerintahan dalam negara kita, agar Tuhan menaruh belas kasihanNya, agar Tuhan menjauhkan murkaNya terhadap bangsa kita. Inilah saatnya kita berdoa untuk bangsa kita !

Bapa di sorga, curahkanlah belas kasihMu atas bangsa dan negara kami, jauhkanlah murkaMu dari bangsa dan negara kami. Ampuni kesalahan-kesalahan kami semua, ampuni ketidak taatan, ampuni kebodohan, kepicikan, kesombongan/ keangkuhan kami; kami mau berada di jalanMu yang penuh dengan berkat dan keselamatan. Dalam nama Yesus Kristus kami naikkan doa ini dan memohon kabulkanlah doa kami ini. Amin.

13 Mei 2009

Nasib Bangsa yang Congkak

Yer 49:16c :"Sekalipun engkau membuat sarangmu tinggi seperti burung rajawali, Aku akan menurunkan engkau dari sana, demikianlah firman TUHAN."

Kaum Edom adalah bangsa keturunan dari Esau ( Kej 25:30). Negeri mereka dipandang sebagai benteng yang tidak tertembusi, karena satu-satunya jalan masuk dan keluar menuju kota mereka harus melalui ngarai yang sempit dibentengi oleh batu-batu pahatan. Mereka memiliki kekuatan militer yang luar biasa dahsyat; begitu sombongnya mereka sehingga mereka menganggap diri mereka tak terkalahkan.
Hal ini diibaratkan burung rajawali yang membuat sarangnya ditempat yang tinggi, sehingga aman dari gangguan atau serang dari binatang lain.

Namun apa yang Tuhan katakan? Aku akan menurunkan engkau... Negeri Edom akan menjadi negeri yang tandus dan setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri.
Begitulah akhir kehidupan sebuah bangsa yang tidak mengenal Tuhan, yang merasa dirinya sebagai Tuhan. Sungguh, kesombongan adalah awal kejatuhan, baik perorangan maupun sebuah bangsa.
Disinilah bukti bahwa Allah memerintah sebagai Raja atas bangsa-bangsa. Betapa kuatnya sebuah bangsa, sebuah kerajaan, sebuah pemerintahan, tanpa seizin Tuhan tentunya meeka tidak akan ada !
Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi ( Maz 47:3).

Inilah saatnya bagi anak-anak Tuhan untuk berdoa bagi negeri Indonesia yang tercinta ini, berdoa bagi pemerintahan yang sedang berkuasa maupun bagi pemerintahan yang akan ada; karena seberapa kuat koalisi antar partai politik, jika Tuhan tidak mengijinkan maka tidak akan pernah ada suatu pemerintahan yang memerintah.

Bapa disorga, Engkau adalah Yehovah Melech Olam, TUHAN adalah Raja yang kekal; Raja yang besar atas seluruh bumi, Engkau pulalah yang berkuasa atas bangsa kami Indonesia, tanpa seijinMu takkan ada suatu pemerintahan yang berkuasa memerintah. Kami bersatu hati memohon di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kasihanilah bangsa kami, jauhkanlah kami dari kesombongan, keangkuhan yang menganggap kami mampu tetap teguh tanpaMu; dan berikanlah anugerahMu atas bangsa kami, ijinkan suatu pemerintahan yang berkuasa dengan hikmatMu dan yang membawa kedamaian dan kesejahteraan. Amin.

12 Mei 2009

Hidup adalah Pilihan

Yer 21:8 :"Beginilah Firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian."

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa, Tuhan tidak menjadikan manusia seperti robot, yang hanya bertindak sesuai dengan perintah dari pengendalinya/penciptanya.
Manusia diberikan hak/ kebebasan untuk memilih yaitu mematuhi dan mengasihi Penciptanya atau sebaliknya memberontak dan memusuhi PenciptaNya.
Disinilah letak kemaha-besaran Tuhan Allah Semesta Alam; Dia menciptakan manusia yang "segambar" denganNya, yang diberikan kewenangan untuk berkuasa atas segala ciptaanNya yang lain, dan mempunyai kewenangan untuk memilih mana yang baik atau mana yang buruk bagi dirinya.

Dalam kehidupan selalu ada dualisme yang kontradiktif yaitu siang-malam, panas-dingin, baik-jahat, hidup-mati.
Dunia menawarkan bermacam-macam ilmu untuk menyeimbangkan kontradiksi dualisme tersebut, mereka menawarkan harmonisasi alam makro dan alam mikro.
Apakah memang ada jalan tengah itu?

Firman Tuhan mengatakan :"Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yoh 14:6).
Yang pasti TUHAN Allah sudah menyediakan jalan bagi setiap manusia yang memilih hidup/kehidupan, bukan sebaliknya. Ya keselamatan berupa kehidupan kekal di sorga telah disediakan bagi setiap manusia yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Rom 10:10).

Dalam keadaan tertentu dimana manusia telah melakukan kekejian di mata Tuhan, maka mungkin saja Tuhan mengijinkan manusia tersebut diserang oleh berbagai musibah atau bencana; namun dalam hal inipun percayalah bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan kita semua selagi napas kita masih ada.
Inilah saatnya untuk merendahkan hati dan bertobat!

Bapa di sorga, EngkaulahYehovah Goelekh, TUHAN Penebus kami, Engkau telah menyediakan jalan menuju kepada kehidupan, keselamatan dan kemuliaan. CaraMu adalah mutlak dan tak terbantahkan; kami mau tunduk dan mematuhinya, maka keselamatan ada dipihak kami. Terima kasih Bapa, Engkau telah menyediakan Juru Selamat, yang membawa kami menuju keselamatan, bukan juru kunci yang membawa kami kepada kuburan. Kami memilih kehidupan. Amin.

11 Mei 2009

Konsisten

Yer 12:5a :"Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dikalahkan, bagaimana engkau hendak berpacu melawan kuda?"

Dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan, Nabi Yeremia mengalami suatu keadaan yang membuatnya letih dan putus asa. Pada waktu itu Tuhan memerintahkan nabi Yeremia untuk menyampaikan pesan (peringatan)Nya pada penduduk Anatot, bukannya mendapat sambutan yang baik ( pertobatan ), tetapi nabi Yeremia malah diancam hendak dibunuh.
Nabi Yeremiapun mengeluh kepada Tuhan, dan Tuhanpun menegurnya.
Bagaimana dengan sikap kita tatkala menghadapi segala sesuatu yang nampaknya tidak berpihak kepada kita? Apakah kita berhenti dan mengeluh lalu terlarut dalam kemurungan ataukah kita tetap maju terus menggapai apa yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk kita ?

Mungkin kita merasa pelayanan yang Tuhan berikan terlalu berat, tidak mendatangkan kepopuleran, tidak mendatangkan berkat atau bahkan mungkin mendatangkan caci maki; mungkin kita juga merasakan hidup yang kita hidupi terlalu berat, tujuan hidup jauh dari kenyataan yang kita hadapi, satu hal yang Tuhan inginkan dari kita adalah konsisten !
Jangan berhenti, tetapi majulah terus!
Firman Tuhan di atas mengajarkan bahwa orang yang berlari dapat dikalahkan oleh orang yang berjalan, apabila ia berhenti berlari dan diam di tempat.
Mari kita teladani rasul Paulus yang tidak menghiraukan nyawanya asalkan dia mencapai garis akhir ( finish) (Kis 20:24). Dia mengakhiri pertandingan dengan baik dan tetap memelihara iman ( 2 Tim 4:7).

Satu hal yang Tuhan ingatkan pada kita hari ini, Dia juga menyiapkan kita untuk berpacu dengan kuda, karena waktuNya telah dekat ! Marilah kita berlari dengan semangat yang besar dalam memberitakan kabar baik bahwa Tuhan menganugerahkan keselamatan dan hidup kekal di sorga kepada setiap orang yang percaya kepada pengorbanan Yesus Kristus dan kebangkitanNya dari antara orang mati.

Bapa disorga, kami minta dalam nama Tuhan Yesus Kristus biarlah api semangat untuk memberitakan Kabar BaikMu senantiasa bekobar dalam diri kami, Roh Kudus kami mohon Engkau terus berkobar bahkan makin menyala menjelang kedatanganNya. Bapa berkatilah negeri kami Indonesia dengan kasihMu, selamatkanlah bangsa kami ! Amin.

10 Mei 2009

Syarat Melayani Tuhan

Yer 1:6,7 :"...'Ah Tuhan ALLAH'...aku tidak pandai berbicara, ...'Tetapi TUHAN berfirman kepadaku :'...apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.' "

Tuhan telah menetapkan Yeremia sebagai nabi bagi bangsa-bangsa ( Yer 1:5c), namun Yeremia menyanggahnya, dengan alasan dia tidak pandai berbicara; hal serupa terjadi pada Musa.
Yeremia membantah oleh karena memiliki pengertian yang keliru dalam menanggapi panggilan Tuhan; ia menyangka bahwa ia harus melakukan pekerjaan Tuhan dengan bergantung pada kesanggupan dan kekuatannya sendiri.

Tuhan Allah tidak pernah salah pilih ! Justru orang yang dipilihNya adalah orang yang merasa tidak mampu. Orang seperti inilah yang akan dipilih Tuhan untuk melayaniNya, untuk melakukan pekerjaanNya; oleh karena orang semacam ini akan bergantung pada Tuhan dan Tuhan akan membuatnya sanggup.
Sebaliknya orang yang merasa sanggup mengerjakan pekerjaan Tuhan, tidak akan dipakai olehNya. Mengapa? Karena mereka akan mengandalkan dirinya sendiri, kekuatannya dan kemampuannya sendiri.
Yang Tuhan kehendaki adalah orang yang rendah hati dan mempunyai kerinduan dalam hatinya untuk melayaniNya.
Oleh karena itu jangan kuatir akan ketidakmampuan kita, Dialah yang akan bekerja di dalam dan melalui kita.

Bapa disorga, Engkau yang akan menyanggupkan kami untuk melakukan pekerjaan yang Kau perintahkan. Yang kami tahu Engkau adalah Adonai Elohim, kami adalah hambaMu, berbicaralah kepada kami, maka kami akan melaksanakannya; soal hasilnya kami serahkan kepada kuasaMu. Amin.