Tampilkan postingan dengan label 1 Tawarikh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1 Tawarikh. Tampilkan semua postingan

14 Juni 2009

Doa Yabes

1 Taw 4:10 : Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya :"Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tanganMu menyertai aku, dan melindungi aku daripada malapetaka, sehinggga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu."


Yabes diberi nama oleh ibunya yang berarti aku telah melahirkan dia dengan kesakitan (Jabez= sorrow, trouble). Sejak lahir Yabes sudah bergumul dengan penderitaan dan kesukaran; sungguh masuk akal jika dia bertumbuh menjadi seseorang dengan rasa rendah diri, menjadi seorang pemalu, merasa dirinya sebagai pembawa malapetaka.

Dan suatu saat dia mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Allah Israel, Allah nenek moyangnya; dia mengenal Yehovah Elohim bukan dari apa kata orang, namun dia mengenalNya secara pribadi, dia mengenal Yehovah Jireh, TUHAN yang menyediakan. Dia memahami bahwa Allah yang disembahnya adalah Allah yang senantiasa mendengar dan mengabulkan doa.

Yabes memahami benar bahwa mengabulkan doa adalah aturan Allah yang bersifat universal, sedangkan penolakan doa adalah merupakan suatu pengecualian.

Firman Allah tidak pernah mengatakan," Berserulah kepadaKu, maka engkau akan diajarkan cara untuk menghadapi suatu penolakan secara bahagia", atau "Mintalah maka engkau akan belajar bersabar karena tidak mendapatkan apapun." Jelas tidak seperti itu !
Namun Firman Tuhan dengan pasti, jelas dan tegas berkata, "Mintalah maka akan diberikan kepadamu".


Lalu apakah kita tidak boleh berdoa seperti Yabes berdoa dan dikabulkan? Allah yang kita sembah adalah Allah yang sama dengan Allah yang disembah oleh Yabes, yang disembah oleh Yehuda, yang disembah oleh Yakub, Iskak dan Abraham.
Pertanyaan selanjutnya Apakah Allah berubah oleh karena perkembangan jaman ? Apakah janji-janjiNya berubah oleh karena perjalanan waktu?
Berkat yang berlimpah-limpah apakah suatu keserakahan?
Memperluas daerah ( kekuasaan) apakah suatu ketamakan?
Perlindungan terhadap malapetaka apakah suatu ketakutan ?
Terlepas dari kutuk kesakitan apakah suatu pendewaan terhadap kedagingan ?
ika kita menjawabnya dengan TIDAK, lalu mengapa kita tidak berdoa seperti Yabes berdoa, dan kalaupun kita berdoa mengapa Tuhan tidak mengabulkan doa kita seperti Dia mengabulkan doa Yabes?


Bapa disorga terima kasih atas firmanMu yang Ya dan Amin adanya. Seperti Yabes yang telah engkau celikkan mata hatinya sehingga mengenalMu dengan benar, demikian pula kami mohon dalam nama Tuhan Yesus celikkan mata hati kami bahwa Engkau Allah yang tidak berubah selama-lamanya, janji-janjiMu pasti Engkau tepati dan aturanMu tetap bahwa Engkau mengabulkan doa setiap orang yang percaya kepadaMu. Haleluyah ! Amin.

25 Desember 2008

Natal = Penyerahan diri

1 Taw 29:14 :"Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari padaMulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu."

Firman Tuhan pada hari Natal ini mengajarkan kepada kita 4 hal yaitu :
  1. Allah adalah pemilik segala sesuatu, dan memberi segala sesuatu pada kita;
  2. Kita tidak memiliki apapun untuk apa yang kita terima, tetapi segala sesuatu yang kita perlukan, kita akan menerimaNya dari Allah;
  3. Adalah suatu hak dan kehormatan untuk memberikan kembali pada Allah apa yang kita terima dari Dia;
  4. Allah memiliki kesukaan ganda dalam kepemilikanNya ketika Ia menerima kembali apa yang Ia berikan kepada kita.

Natal adalah anugerah terbesar, pemberian yang luar biasa dari Allah bagi umat manusia, yaitu barangsiapa yang percaya kepada FirmanNya yang telah menjelma menjadi manusia yang bernama Immanuel atau disebut juga Yesus, maka ia akan diselamatkan. ( inilah makna point 1 dan 2 di atas).
Keselamatan adalah kebutuhan dasar, kebutuhan yang paling utama dari manusia, dan Allah telah menyediakan untuk kita. Haleluya!! Dengan tindakan iman kita pasti menerima keselamatan tersebut. Tidak pakai embel-embel apapun atau syarat apapun!

Bagian kita adalah melakukan point 3 dan 4 yaitu memberikan kembali hidup yang telah diselamatkan olehNya bagi kemuliaan namaNya, dengan cara menyerahkan diri kita bagi Dia. ( Yang diperlukan disini adalah perubahan watak kita yaitu menjadi dan ada dalam ketergantungan terus menerus pada Allah). Dan Dia akan bersukacita dengan ganda apabila hidup yang kita serahkan kepadaNya berbuah-buah.

Inilah makna Natal yang sebenarnya ( dalam bahasa hukum.... :) ) yaitu serah terima hidup dan kasih dari pihak yang satu kepada pihak yang lain dan sebaliknya.

Tuhan dari segala sesuatu, aku adalah milikMu, sepenuhnya hidupku ada pada rencanaMu. Kuserahkan diriku padaMu. Inilah aku, hidup dan matiku hanya demi KerajaanMu. Biarlah kasihMu meluap-luap dalam diriku, agar aku boleh membagikannya bagi sesamaku. Demi nama Tuhanku Yesus Kristus aku besyukur dan berdoa. Amin.