1 Yoh 2:10:"Barang Siapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan didalam dia tidak ada penyesatan."
Bila kita jatuh dalam kegagalan atau dosa, pertama kali mari kita periksa kehidupan kasih kita, marilah duduk bersama Tuhan dan meminta kepadaNya untuk menunjukkan kepada kita apakah kiranya Anda sedang berselisih dengan seseorang atau apakah kita merasa kesal dengan seseorang. Jika Anda merasa kesal, iblis dapat masuk dan membuat Anda tersandung.
Markus 4:17 memberitahukan kita bahwa iblis menggunakan beberapa jenis kekesalan atau sakit hati untuk merampas Firman dari hati kita; dia menyebabkan kita menjadi kesal terhadap satu dengan yang lain. Lalu dia mencabut sumbatnya dan menguras Firman Firman keluar dari kita bagaikan air yang tertumpah dari ember. Jangan biarkan hal itu terjadi atas Anda.
Jika kita mendengar seorang pengkhotbah atau anak Tuhan mengucapkan sesuatu yang tanpa sengaja mengganggu diri anda dan Anda merasa tersinggung, maka hendaklah Anda berkata, " Tidak, hai iblis penipu, engkau takkan merampas Firman dari diriku."
Lalu segeralah berlutut dan bertobat dihadapan Tuhan.
Selidikilah Firman dan dengarlah suara Roh dalam diri Anda dan ketahuilah tindakan apa yang harus Anda lakukan.
Jika Anda masih merasa bahwa ucapan orang tadi kepada Anda keliru, berdoalah baginya. Ingatlah, rasa sakit hati tidak pernah berasal dari Tuhan. Dia bersabda bahwa kita berakar dan berlandaskan pada kasih. Jadi tolaklah semua rasa sakit hati atau kekesalan. Serahkanlah diri Anda kepadaTuhan dalam kasih dan doa. Anda akan sanggup berjalan melintasi situasi itu tanpa tersandung sama sekali.
Bapa disorga, ampunilah apabila dalam hati kami mengandung kekesalan kepada saudara kami... kami mau melepaskan roh kasih ke atas orang yang berbuat salah kepada kami; biarlah berkatMu yang berlimpah-limpah ini turun juga ke atas orang yang bersalah kepada kami, karena kami telah mengampuninya sebagaimana Engaku telah mengampuni kami. Amin.
Blessed is the man who walks not in the counsel of the ungodly, nor stands in the path of sinners, nor sits in the seat of the scornful; but his delight is in the law of the LORD, and in His law he meditates day and night. Psalm 1:1-2
Tampilkan postingan dengan label 1 Yohanes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1 Yohanes. Tampilkan semua postingan
05 Agustus 2009
04 November 2008
Pengakuan Iman
1 Yoh 4:4 :"Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."
Pengakuan dengan berkata-kata adalah bagian yang sangat penting dalam iman kekristenan.
Tidak cukup kalau kita hanya berdoa atau mengakui Firman Tuhan hanya dalam hati.
Tuhan menghendaki agar kata-kata iman yang kita ucapkan itu membangun diri kita sendiri selain membangun orang lain.
Baca kembali renungan tentang Power of the words.
Mari kita akui Firman Tuhan ini sebagai ya dan amin dalam hidup kita.
Saya percaya bahwa Yang Terbesar itu berada di dalam diri saya.
Saya percaya bahwa Dia lebih besar daripada iblis.
Saya percaya Ia lebih unggul daripada segala cobaan dan ujian yang saya hadapi dalam hidup ini.
Saya yakin Ia lebih kuat dari taufan yang mengamuk dalam hidupku.
Saya percaya bahwa Ia lebih ulung dari segala kemelut dan masalah hidup yang saya hadapi.
Saya percaya bahwa Dia lebih kuat dari segala keadaan yang dapat menjerat saya.
Saya yakin bahwa Ia lebih unggul daripada segala sesuatu, lebih besar dari apapun juga.
Dan Yang Terbesar itu berdiam di dalam saya.
Amin.
Pengakuan dengan berkata-kata adalah bagian yang sangat penting dalam iman kekristenan.
Tidak cukup kalau kita hanya berdoa atau mengakui Firman Tuhan hanya dalam hati.
Tuhan menghendaki agar kata-kata iman yang kita ucapkan itu membangun diri kita sendiri selain membangun orang lain.
Baca kembali renungan tentang Power of the words.
Mari kita akui Firman Tuhan ini sebagai ya dan amin dalam hidup kita.
Saya percaya bahwa Yang Terbesar itu berada di dalam diri saya.
Saya percaya bahwa Dia lebih besar daripada iblis.
Saya percaya Ia lebih unggul daripada segala cobaan dan ujian yang saya hadapi dalam hidup ini.
Saya yakin Ia lebih kuat dari taufan yang mengamuk dalam hidupku.
Saya percaya bahwa Ia lebih ulung dari segala kemelut dan masalah hidup yang saya hadapi.
Saya percaya bahwa Dia lebih kuat dari segala keadaan yang dapat menjerat saya.
Saya yakin bahwa Ia lebih unggul daripada segala sesuatu, lebih besar dari apapun juga.
Dan Yang Terbesar itu berdiam di dalam saya.
Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)