Blessed is the man who walks not in the counsel of the ungodly, nor stands in the path of sinners, nor sits in the seat of the scornful; but his delight is in the law of the LORD, and in His law he meditates day and night. Psalm 1:1-2
25 Mei 2011
Kutuk Hukum Taurat
Puji Tuhan ! Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan AnakNya yang kekasih.
Tuhan yang maha kreatif memberikan jalan kepada kita agar dapat diselamatkan, agar dapat dibebaskan dari kutukan yang selalu mengikuti setiap manusia di dunia ini.
Puji Tuhan ! Ia telah memanggil kita untuk menerima anugerahNya dengan menerima Kristus Yesus sebagai juru selamat, yang membebaskan kita dari kutuk hukum Taurat.
Apakah kutuk Hukum Taurat itu?
Hukum Taurat itu sendiri dapat kita temui dalam kitab Pentateuch, yaitu 5 kitab pertama dalam Alkitab ( Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan ).
Di dalam Hukum Taurat tertulis apabila kita tidak mendengar suara Allah dan melakukan dengan setia segala ketentuan dan ketetapanNya, maka akan datanglah kutuk / hukuman kepada kita. Oleh karena tidak ada seorangpun yang dapat menjalankan segala ketetapan dan hukum Allah tersebut, maka akibatnya setiap orang ada dibawah bayang-bayang kutuk Hukum Taurat.
Kutuk atau hukuman atas pelanggaran terhadap Hukum Tuhan ada 3 ganda yaitu :
- Kematian rohani (Kej 2:17)
- Kemiskinan (Ul 28:15-68)
- Sakit Penyakit ( Ul 28:15-68)
Jadi melalui Kristus Yesus bagi setiap orang yang percaya kepadaNya akan memperoleh penebusan atau dibebaskan dari kematian, dibebaskan dari kemiskinan, dibebaskan dari sakit penyakit. Haleluya !
Sungguh luar biasa dahsyat karyaNya yang ajaib, yang tak terselami oleh akal pikiran manusia, yang tak tergapai oleh hikmat dunia.
Sekarang kita tidak akan dikuasai lagi oleh dosa ( dosa tidak akan memerintah diri kita ), karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia (Rom 6:14).
Terima kasih Bapa oleh karena kasihMu aku dapat mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamatku. Oleh iman aku boleh diselamatkan dari kutuk hukum Taurat; dan sekarang aku nyatakan imanku bahwa kematian, kemiskinan, sakit penyakit tidak berkuasa lagi atas diriku oleh karena kasih karuniaMu. Setiap keadaan dalam kehidupanku terjadi hanya oleh karena kehendakMu dan semua itu hanya untuk kemuliaan namaMu. Aku bersyukur Tuhan atas keadaanku saat ini. Demi nama Tuhan Yesus aku mengucap syukur dan memujiMu Bapa di sorga. Amin.
01 Mei 2011
Ujian Waktu
Frame waktu yang kita gunakan berbeda dengan yang digunakan oleh Allah. Seringkali kita merasa pertolonganNya sangat terlambat; seringkali kita merasa "sudah tenggelam" namun Allah masih belum juga menolong kita.
Di dalam ujian waktu ini kitapun diuji mengenai ketaatan kita kepadaNya, ketergantungan kita kepadaNya, kepercayaan kita kepadaNya.
Mari kita belajar dari pengalaman yang berakibat sangat fatal yaitu pengalaman Saul dalam 1 Sam 13:12,13a; pada waktu itu Saul berpikir bahwa orang Filistin akan menyerangnya, sebab itu ia memberanikan diri untuk mempersembahkan korban bakaran; ia sangat panik akibat begitu besarnya kekuatan orang Filistin, sehingga ia mengambil tindakan "menyuap TUHAN " ( mempersembahkan korban) agar TUHAN datang menolongnya.
Akibat analisa dan tindakannya itu Saul telah melanggar perintah TUHAN dan akibat yang diterimanya yaitu kerajaannya tidak dikokohkan oleh TUHAN.
Saul tidak mau menunggu waktu yang TUHAN telah siapkan untuk menurunkan pertolonganNya kepadanya. Saul tidak taat. Saul kurang percaya. Saul bertindak berdasarkan analisanya sendiri. Saul bertindak menurut ukuran waktunya bukan waktu TUHAN.
Maz 34:20 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.
Disinipun kita tidak melihat kapan tepatnya Tuhan melepaskan orang benar dan tidak pula dijelaskan kenapa ada waktu penantian sebelum Tuhan melepaskan kita dari kesulitan-kesulitan yang kita alami.
Dari Firman Tuhan ini kita belajar bahwa jika Tuhan bertindak maka tindakanNya selalu disebut keajaiban, mujizat, yang mustahil menjadi nyata, luar biasa mengagumkan; karena Ia adalah TUHAN yang ajaib dan Dia senang dimashyurkan, diagungkan, dipuji, dihormati sebagai Allah dari segala ilah/allah, Raja dari segala raja.
Sebab itu marilah kita tunggu pertolongan Tuhan yang tidak pernah meleset atau terlambat.
Bapa di sorga, terima kasih Bapa atas janji pertolonganMu yang tidak pernah terlambat melepaskan kami dari semua persoalan kami. Waktu penantian yang harus kami alami adalah untuk memurnikan iman kami kepadaMu, iman percaya, ketaatan dan ketergantungan kami kepadaMu; kami mau menyenangkanMu dengan ketaatan dan kepercayaan kami kepadaMu, bukan sekedar dengan amal dan ibadah yang kami lakukan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami bersyukur dan berdoa. Amin.
14 Maret 2011
Walk in the Spirit
Bila Kristus ada di dalam kita, maka adalah sangat wajar bila kita mempunyai sifat-sifatNya. Sangat wajar bila hidup kita mencerminkan Dia yang ada di dalam diri kita.Sebaliknya, sangat tidak wajar bila orang Kristen tidak mempunyai sifat-sifat Kristus, namun hidupnya bercirikan keinginan daging, menuruti hawa nafsu, dorongan emosi, bukannya menuruti bimbingan Roh Kudus.
Ada banyak orang yang ingin mempunyai sifat-sifat Yesus dengan jalan berusaha meniru Dia dengan kekuatan dan usahanya sendiri. Mereka mempelajari sifat-sifat Yesus : mengasihi, berbelas kasihan, lemah lembut; akan tetapi mengapa tidak ada perubahan dalam kehidupan mereka?
Karena caranya salah! Sia-sialah kalau kita berusaha meniru sifat-sifat Yesus, usaha seperti itu hanya seperti sandiwara atau pura-pura saja atau seperti orang yang membangun di atas pasir, begitu ada gelombang datang menerjang bangunannya hilang tak berbekas.
Hidup dalam Roh adalah hidup yang didasarkan pada pimpinan Roh dalam setiap langkah kita.Ini berarti kita mengijinkan kuasa Kristus bekerja di dalam hidup kita.
Mengijinkan berarti memberikan wewenang sepenuhnya kepadaNya untuk mengambil alih kendali atas hidup kita.
Memberikan wewenang untuk mengambil alih berarti adanya penundukkan diri kepada pribadi lain yaitu Yesus Kristus.
Penundukkan diri selalu dimulai dengan kerendahan hati dan ketulusan.
Apakah kita sudah merendahkan hati kita dihadapanNya dengan tulus?
Mari kita berdiam diri merenungkannya dan kemudian mengambil sikap terhadap Firman Tuhan.
Bapa selidikilah hatiku, ujilah aku apakah ada kerendahan hati yang tulus untukMu. Bapa telitilah rohku, ujilah aku apakah RohMu telah mempimpinku untuk hidup menurut kehendakMu yang sempurna.Ampunilah kelemahanku ya Abba ya Bapa.Kuserahkan kelemahanku kepadaMu, rubahlah untuk kemuliaanMu. Hanya bagiMulah segala hormat, pujian, hormat dan kemuliaan sekarang dan sampai selama-lamanya. Demi nama Tuhan Yesus Kristus aku menyerahkan diriku kepadaMu. Amin.
15 Januari 2011
Fruit of the Spirit
Sebagai orang percaya kita telah diberikan Seorang Penolong yang luar biasa, Pribadi yang lembut itu tidak lain adalah Allah Roh Kudus.
Dengan iman kita menerimaNya dan setelah itu Tuhan mengharapkan agar kita bertumbuh dan menghasilkan buah-buah yaitu Buah Roh.
Benih buah Roh yang ada dalam diri kita orang-orang percaya akan bertumbuh melalui proses dalam hidup kita, dan pertumbuhan itu akan menghasilkan buah Roh yang kekal sifatnya.
Buah Roh akan dihasilkan melalui diri kita jika kita mengasihi Tuhan dengan kemurnian hati kita, bukan dengan sekedar memenuhi panggilan pelayanan atau memberi persembahan.
Kemurnian dan ketulusan hati kita akan menciptakan suasana keintiman hubungan kita dengan Roh Kudus; sehingga akan membawa kita pada keserupaan dan kesempurnaan dalam hubungan antara Bapa dan anak.
Buah Roh yaitu : kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kesetiaan, kebaikan, kelemahlembutan dan penguasaan diri adalah karakter Kristus yang akan kita hasilkan melalui kehidupan kita di dunia.
Biarlah dengan buah Roh yang kita hasilkan Bapa disorga boleh berkata : "Engkau anakKu yang Kukasihi, kepadamu Aku berkenan."
Bapa kami Tuhan Yesus Kristus kami bersyukur kepadaMu telah memberikan Penolong yang ajaib bagi kami untuk bertumbuh dan berbuah sesuai dengan rencanaMu atas hidup kami.
Bapa kami mau dengan tulus dan murni mengasihi Engkau, agar benih buah Roh yang ada dalam diri kami boleh matang dan menghasilkan 30, 60 bahkan 100 kali ganda untuk kemuliaanMu.
Demi nama Tuhan Yesus Kristus kami persembahkan hidup dan diri kami ini kepadaMu. Amin.
13 Juli 2009
Pengendalian Diri
Alkitab mengajarkan kepada kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, tetapi Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa kita harus meninggalkan pengertian dan pengendalian diri kita.
Jadi waspadalah terhadap pandangan atau pengajaran yang mengatakan bahwa kita harus sepenuhnya menyerahkan pengendalian kepada Roh Kudus agar dapat mengalami kuasa Tuhan. Pandangan atau ajaran ini hanya separuh benar.
Ini banyak dianut oleh orang orang Kristen yang sungguh-sungguh dan yang sadar bahwa tidak ada perkara besar yang terjadi melalui hidupnya tanpa Allah.
Mereka berpikir bahwa "aku orang yang terbatas dan berdosa, jadi aku harus menyerahkan seluruh akal budi dan tubuhku ke dalam pimpinan Roh Kudus..." Kedengarannya baik, namun kesalahan dapat menyelinap masuk ke dalam pikiran dan perilaku kita dengan tidak kita sadari.
Kemampuan untuk mengerti telah diberikan kepada kita untuk menentukan pesan dan tindakan yang mana yang berasal dari Tuhan dan yang mana yang bukan. Ini kita lakukan melalui pengendalian diri baik secara fisik maupun mental.
Kita telah dilengkapi dengan suatu kepribadian, pikiran dan kehendak agar Dia dapat memakai semuanya itu memuliakan untuk pekerjaanNya.
Agar Tuhan bekerja melalui kita, maka kita harus mengendalikan tubuh dan pikiran kita. Kita harus menguasai setiap pikiran yang kita ijinkan untuk diikirkan oleh otak kita.
Mari kita kendalikan pikiran kita dengan kekuatan yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.
Jadi teruslah berpikir, teruslah mengerti. Teruslah membuat keputusan sebijak mungkin dalam ketergantungan dalam doa kepada Tuhan, dan Dia akan memakai kita melalui pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan kita yang kita kendalikan sendiri.
Bapa disorga, kami mau senantiasa berbuah-buah Roh dalam kehidupan kami agar pengenalan kami akan Engkau semakin hari semakin meningkat dan bertumbuh sesuai dengan kualitas seorang mempelai bagi Kristus. Kami sadar betapa pentingnya pengendalian diri, karena tanpa pengendalian diri, sulit kuasaMu bekerja melalui diri kami. Dalam nama Yesus Kristus kami mohon ya Roh Kudus melalui kekuatan kuasaMu kami boleh mendasarkan pikiran dan tindakan kami kepada Firman Tuhan saja. Amin.
25 Juni 2009
Hidup yang Responsif
Baptisan Roh Kudus lebih dari sekedar pengalaman emosional sesaat....lebih dari sekedar berbicara dalam bahasa-bahasa lidah. Baptisan Roh Kudus adalah suatu pengalaman, suatu perjalanan pribadi dengan Roh Kudus yang menghasilkan suatu aliran yang tidak berkeputusan dari kuasa Allah di dalam kehidupan kita.
Seringkali ada kesalahpahaman pada waktu kita membandingkan antara baptisan air dan baptisan Roh Kudus; didalam baptisan air kita diselamkan ( baptiso) tanda kita dikuburkan dengan segala dosa-dosa kita dan kemudian kita dibangkitkan ( dikeluarkan dari dalam air) sebagai tanda kita menerima hidup baru dan sebagai tanda bahwa kita telah menjadi milik Allah; dalam baptisan Roh Kudus tidak seperti itu, kita sekali-kali tidak pernah dikeluarkan dari aliran-aliran air kehidupan, kita diselamkan ( baptiso) terus menerus, kita tenggelam dan larut bersama Roh Kudus, disini kita harus memahami bahwa baptisan Roh Kudus adalah suatu proses perjalanan seumur hidup kita.
Dipenuhi oleh Roh Kudus bukanlah suatu yang terjadi secara otomatis tanpa keterlibatan yang harus kita lakukan. Ini bukan kejadian dimana seseorang menumpangkan tangan dan berdoa untuk kita dan secara tiba-tiba kita mempunyai semua pengetahuan, buah-buah Roh, karunia-karunia Roh dan segala kuasa Tuhan dinyatakan dalam kehidupan kita. Jika hal ini terjadi dengan semudah itu, maka gereja-gereja akan dipenuhi dengan "raksasa-raksasa rohani".
Kata "berjalan dan hiduplah senantiasa" dalam Firman di atas menekankan fakta bahwa kehidupan di dalam Roh adalah suatu hubungan yang berkesinambungan. Ini adalah pengalaman sehari-hari dimana Roh Kudus bekerja di dalam kehidupan kita.
Kata "responsif terhadap" pekerjaan Roh Kudus yaitu dengan menyerahkan kehendak, pikiran dan emosi kita kepadaNya, kita akan dikendalikan dan dipimpin oleh Dia.
Sementara kita responsif terhadap pekerjaan Roh Kudus, kita menarik kekuatanNya untuk menyalibkan hawa nafsu dan keinginan daging ( dapat dilihat dari kata-kata "kemudian kamu akan secara nyata tidak tertarik kepada keinginan-keinginan dan hawa nafsu kedagingan").
Perhatikanlah urut-urutannya jangan sampai kita salah jalan; responilah Roh Kudus terus menerus, maka hawa nafsu kedagingan itu akan dikalahkan oleh kuasa Roh Kudus ! Janganlah mencoba mengalahkan kedagingan kita dengan kuasa dan usaha kita sendiri seperti banyak dilakukan dan diusahakan oleh orang-orang; kita pasti kalah ! Namun apabila kita terus mencari dan secara konsisten bersekutu dengan Roh kudus, maka sesuai Firman Tuhan kita akan secara nyata tidak tertarik kepada keinginan dan hawa nafsu kedagingan.
Kunci untuk dapat hidup dalam kepenuhan Roh Kudus adalah rasa kelaparan dan kehausan akan Allah yang harus senantiasa ada dalam hati kita.
Waspadalah jika dalam pengalaman kekristenan kita dimana kita merasa puas, nyaman dan kita merasa sudah mengetahui semuanya dan kita merasa dalam hidup kita Tuhan sudah menyediakan segala sesuatunya...berhati-hatilah !
Bapa disorga, ampunilah kami yang seringkali mencoba berusaha dengan kekuatan dan usaha kami sendiri untuk mematikan keinginan dan hawa nafsu kedagingan. Sekarang kami sadar bahwa hal itu mustahil, tanpa kuasa dariMu; hanya dengan melekat denganMu disitulah akan timbul kuasa yang luar biasa yang akan mematikan kedagingan kami. Bapa kami mau memenuhi diri kami senantiasa dengan rasa lapar dan haus akan Engkau, dan merespon kehendakMu dalam Roh Kudus yang ada bersama dan di dalam diri kami. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
29 April 2009
Kemerdekaan sejati
Kita adalah umat yang berbahagia karena kita telah dibebaskan dari kuk perhambaan dan hidup dalam kemerdekaan oleh kasih karunia.
Di dalam kemerdekaan sesungguhnya mengandung bahaya yang dapat menghancurkan kita; sebab tanpa adanya pembatasan-pembatasan, maka sifat dosa tidak akan terkendalikan.
Yang patut kita ingat selalu yaitu bahwa setan sangat menginginkan manusia masuk kedalam ikatan-ikatan dimana ia dapat mengendalikan kita. Apapun yang memimpin kita kepada kemerdekaan, setan menyebutnya ikatan; dan apapun yang memimpin kepada ikatan, ia sebut kemerdekaan.
Setan mempromosikan slogan-slogan seperti ini : "Jangan menaruh pagar-pagar di sekelilingku; aku menginginkan kemerdekaan..." atau Jangan menaruh batasan apapun bagiku, ini adalah hidupku dan aku akan melakukan apa yang ingin aku lakukan..."
Banyak anak-anak atau orang muda jatuh dalam dosa moral karena mereka bersikeras memiliki "kemerdekaan"nya sendiri dari aturan atau didikan orang tuanya; yang akhirnya justru merea masuk ke dalam ikatan setan yaitu dosa moral, sex bebas, aborsi, penyimpangan orientasi seksual ( homo & lesbian), narkoba, mabuk-mabukan, kepahitan, kebencian, dll, dll....
Kemerdekaan sejati adalah suatu keadaan dimana kita dipenuhi oleh kasih, penguasaan diri dan buah-buah Roh lainnya dan kemerdekaan sejati itu terjadi tatkala sifat-sifat buruk, kebiasaan-kebiasaan buruk dan setan tidak lagi memerintah di dalam hidup kita.
Kemerdekaan sejati bukan berarti hidup tanpa permasalahan; kemerdekaan sejati bukan berarti tidak terjadinya kegagalan, tidak adanya sakit penyakit dalam hidup kita; jika hal itu diizinkan oleh Allah untuk terjadi dalam hidup kita, maka Allah pasti punya rencana yang indah agar kita tetap berada dalam jalur yang benar dan demi perkembangan karakter kekristenan kita.
Kemerdekaan sejati bukan berarti bertindak sebebas-bebasnya, tetapi tunduk kepada kehendak Tuhan, mentaati pagar-pagar pembatas yang ditaruh Tuhan dalam hidup kita.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu,.....jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan ( Mat 11 :29-30 ).
Bapa di sorga terima kasih untuk pengertian yang baru mengenai arti kemerdekaan yang sejati; oleh kasih karuniaMu kami dibebaskan dari kutuk dosa, oleh kasih karuniaMu Engkau telah menyediakan kehidupan kekal di sorga bagi kami, namun selama kami hidup di dunia ini kami tetap harus waspada, mengembangkan diri kami sepenuhnya dan mempersiapkan diri kami menyambut kedatanganMu sebagai mempelai kami; dan untuk semua itu kami membutuhkan pagar pembatas , kami membutuhkan kuk yang enak dan ringan dariMu agar dapat mengendalikan diri kami dijalur yang benar. Roh Kudus kami mau belajar dariMu. Amin.
23 Desember 2008
Cogito Ergo Sum
Filsuf terkenal abad pertengahan Descrates menyimpulkan bahwa keberadaan atau eksistensi manusia adalah ada karena dia berpikir ( Aku ada karena aku berpikir).
Keberadaan manusia diukur dari proses berpikir yang dia lakukan, dan itulah memang ciri khas manusia duniawi yang sering hanya mengagung-agungkan pengertiannya dan pemikirannya sendiri; bahkan keberadaan/ ukuran imanpun harus melalui proses berpikir, coba bandingkan Ibr 11:19 : "Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa....".
Kita sebagai orang-orang percaya yang telah dilahirkan kembali dalam Kristus Yesus selayaknya berpikir bahwa hidup yang kita hidupi sekarang ini bukanlah hasil dari pemikiran, pengertian kita sendiri, namun hidup bergantung sepenuhnya kepada Tuhan Allah Bapa disorga. Dan hidup menurut iman bukan dengan pikiran seperti dalam Ibr 11 :9 kalimat pertama di atas, namun hidup kita harus didasarkan pada kalimat kedua dari Ibr 11:9 yaitu :..."Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali." ( Lihat komentar renungan Iman vs Pengertian )
Kata "dari sana" bukanlah berarti dari hasil pemikiran kita, namun dari kepercayaan kita bahwa Allah berkuasa...
Ya Allah berkuasa memberikan jaminan keselamatan, jaminan kesejahteraan, jaminan keberhasilan dan jaminan perlindungan ( Baca renungan tentang Guaranteed by God ); semua jaminan ini disediakan untuk kita oleh karena Kristus hidup di dalam kita.
Jadi bukan oleh kuat, gagah, pintar, cerdik kita sendiri semua berkat disorga disediakan untuk kita oleh Allah Bapa disorga, namun semata-mata oleh karena Kristus hidup dalam diri kita. Semakin nyata Kristus hidup dalam kita, maka berkat-berkat Allah juga akan semakin melimpah dalam hidup kita.
Bapa di sorga, terima kasih untuk pengertian atas FirmanMu, biarlah akal budi kami, kami persembahkan kepadaMu, bukan untuk menghalangi iman kami, namun untuk mengasihiMu; bukan untuk menambah iman kami, namun semata-mata memuji, memuliakan dan menampakkan bahwa Kristus hidup dalam kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami bersyukur dan berdoa. Amin.