Tampilkan postingan dengan label Amsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amsal. Tampilkan semua postingan

27 Mei 2011

Pujian yang tulus

Ams 31:30 : "Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji."

Ada 3 kebutuhan dasar wanita yaitu : di nomor satu kan, komunikasi intim dan pujian yang tulus.
Suatu survey yang dicatat dalam bukunya James Dobson :"What wives wish their husbands knew about women" menyatakan Sumber depresi pertama yang dialami para wanita Kristen adalah kurangnya harga diri.
Wow ini menjadi peringatan bagi para suami agar benar-benar memperhatikan isteri mereka dan agar kesatuan rumah tangga terjalin erat, maka perlulah krisis harga diri tersebut diminimalisir, yaitu dengan pemberian pujian yang tulus.
Kita para pria tidak menikahi seseorang demi kemolekan dan kecantikannya semata bukan? Tetapi kita menikahi seorang wanita oleh karena dia layak mendampingi, menjadi penolong yang sepandan. Dan kita layak memberikan pujian baginya.
Baca Ams 31 :10-31 dengan mengganti kata "ia, -nya atau wanita dengan nama isteri adalah merupakan suatu doa pujian kepada Tuhan atas isteri kita, sekaligus mengajarkan kepada kita untuk bisa memuji dengan tulus isteri kita.

Bapa, terima kasih untuk isteri yang telah Kau berikan kepadaku. Aku bersuka cita atas penolong sepadan yang Engkau berikan kepadaku. Bapa, ajar aku untuk selalu bersikap positif dan mampukan aku untuk selalu melihat sisi positif dari mitraku, sehingga biarlah dari mulut dan hatiku mengalir pujian yang tulus untuknya. Amin.

06 Mei 2011

Kasih yang Murni

Ams 20:22 :"Janganlah engkau berkata:' Aku akan membalas kejahatan,' nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau."

Sulaiman juga mengajarkan bahwa jikalau seteru kita lapar berilah dia makan, jika dia haus berilah air minum ( Ams 25:21 ).
Firman Tuhan mengatakan bahwa pembalasan adalah hak Tuhan, bagian kita adalah mengasihi musuh kita. Perasaan membalas dendam adalah perasaan yang ditunggangi atau didalangi oleh iblis. Oleh karena itu Tuhan Yesus menghendaki agar kita mengasihi musuh kita, berbuat baik kepada orang yang membenci kita, memintakan berkat bagi orang yang mengutuk kita; berdoa bagi orang yang mencaci maki kita; karena dengan demikian kita adalah anak-anak Bapa di sorga ( Luk 6:27,28, Mat 5:45a).

Sekedar mengampuni, lalu menghindar dari orang yang bersalah kepada kita tidaklah cukup; sekedar berdoa supaya dapat mengatasi hati yang terluka sehingga dapat mempunyai damai di hati, jelas itu adalah doa yang mementingkan diri sendiri ( diatas sudah ditegaskan kita harus berdoa supaya belas kasihan Tuhan tercurah juga atas mereka yang berbuat salah kepada kita ).
Ubahlah pandangan anda tentang hakekat musuh!

Mari kita merubah pandangan tentang musuh menjadi seperti ini : Musuh kita adalah hal yang menguntungkan bagi kita, karena perbuatan yang tidak baik yang mereka lakukan kepada kita, justru akan membuat kita melihat keadaan hati dan pikiran kita. Sama seperti api memurnikan emas, demikianlah pencobaan memurnikan kasih kita, sehingga yang tinggal adalah kasih Kristus, bukan kasih yang mementingkan diri sendiri saja.

Bapa di sorga FirmanMu mengatakan bahwa jika kami membenci saudara kami, maka kami sama dengan pembunuh, dan pembunuh tidak akan mendapat bagian kekal dalam sorga. FirmanMu mengajar agar kami mengasihi sesama kami seperti kami mengasihi diri kami dan lebih dari itu Engkau mengajarkan pula agar kami mengasihi musuh kami, bukan sekedar mengampuninya, tetapi mau mendoakan dan berbuat baik bagi mereka. Kami mau mentaati FirmanMu ya TUHAN semesta alam. Roh Kudus kami bergantung kepadaMu dalam menjalankan Firman Tuhan ini. Amin.

03 Mei 2011

Memberi dengan Benar

Ams 11:25 :"Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum."

Setiap perbuatan yang kita lakukan dalam hidup ini dinilai dari motivasi yang ada dalam hati kita; untuk apa kita melakukannya, dengan alasan dasar apa kita melakukan suatu perbuatan itu.
Demikian juga pada waktu kita memberi, misalnya memberi bantuan materi, memberkati pelayanan dan pekerjaan Tuhan melalui gereja dimana kita beribadah maupun langsung kepada hamba Tuhan yang bersangkutan, mendoakan, memberikan pertolongan konsultasi, dll, dll; semua itu dinilai dari apa motivasi kita melakukannya.

Jika kita memberi dengan harapan menerima balasan yang setimpal, ini berarti bukan memberi tetapi tukar menukar ( barter); jika kita memberi dengan maksud menerima lebih banyak lagi, itu berarti tamak/serakah; jika kita memberi dengan maksud menerima ucapan terima kasih, ini berarti kita ingin memuaskan perasaan kita bahwa kita layak disebut sebagai orang yang baik; jika kita memberi dengan maksud tertentu yang tersembunyi ini berarti kita menyuap/ menyogok; namun apabila kita memberi atas dasar kemurahan hati dan tidak mengharapkan imbalan, ini adalah kasih.
Dan Firman Tuhan di atas pasti terjadi dalam hidup kita; oleh karena kita memberi dengan motivasi yang benar yaitu dengan kasih dan tanpa harapan imbalan, maka kelimpahan adalah merupakan bagian dari hidup kita. Haleluyah !
Dan khusus memberi di bidang rohani, Firman Tuhan mengatakan : Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma ( Mat 10:8); janganlah tahan-tahan dan janganlah hitung-hitungan dalam menyaksikan dan memberitakan kasih Tuhan kepada setiap orang ! Tuhan pasti melimpahkan kepada kita semua kemuliaan hidup baik sekarang maupun kelak dalam kekekalan.
Bapa surgawi terima kasih atas hukumMu yang luar biasa ini, kami mau memberkatiMu, memberkati pekerjaanMu melalui hamba-hambaMu, melalui gereja-gerejaMu, melalui saudara-saudara kami yang miskin, yang kekurangan, janda dan yatim piatu. Biarlah Engkau menguji motivasi kami dalam memberi, apakah kami melakukannya untuk kemuliaan diri kami sendiri ataukah kami memberi demi kasih yang mengalir keluar dari diri kami. Kami mau memberi dengan benar dihadapanMu Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami mengucap syukur dan berdoa. Amin.

17 Februari 2011

Lakukan sekarang !

Amsal 6:10-11 " Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring..maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata "

Pemalas adalah seorang yang enggan melakukan sesuatu untuk dikerjakan dan selalu ada waktu nanti/ sebentar lagi baginya.
Tuhan yang maha pemurah tidak akan memberikan apapun kepada orang jenis seperti ini. Tuhan menyediakan kesuksesan dan kemakmuran bagi umatNya, namun apa yang tersedia wajib diraih oleh manusia itu sendiri, dengan usahanya yang dipermudah oleh Tuhan....
Jangan mengharap makanan turun dari sorga dengan hanya berdoa saja. Masing-masing ada bagiannya sendiri, Tuhan mengerjakan bagiannya dan kita umatNya mengerjakan bagian kita sendiri, maka mujizat terjadi !!
Berpangku tangan dan menunda-nunda sesuatu tidak akan menyelesaikan masalah.

Bapa disorga ajar ku untuk selalu seimbang, selalu berada dalam keadaan harmoni antara berdoa& merenungkan firmanMu dan melaksanakan FirmanMu, antara duduk berdiam diri dan bekerja, antara percaya dan berusaha.

05 Februari 2011

Joyful Mind

Ams 17:22 :" Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."

Dalam versi bahasa Latin dikatakan : "animus gaudens aetatem floridam facit spiritus tristis exsiccat ossa (A joyful mind maketh age flourishing: a sorrowful spirit drieth up the bones)."
Dan dalam versi Amplified Bible ayat ini berbunyi : "Hati yang gembira adalah obat yang manjur dan pikiran yang ceria memberikan kesembuhan, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."

Hati dan Pikiran adalah suatu integrasi yang tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi; namun pada masa saat ini banyak orang begitu mengagungkan pikiran, sehingga muncullah slogan-slogan dalam bidang negosiasi, diplomasi : "Hati boleh panas, namun pikiran harus tetap dingin". Dan akhirnya fungsi "hati" mulai dikalahkan oleh fungsi pikiran, orang tidak lagi menjaga keseimbangannya, melainkan mulailah segala keputusan dalam hidupnya didominasi oleh keputusan-keputusan yang diambil dari kekuatan pikiran dan pertimbangan pikiran.
Akibatnya banyak orang stress, jiwanya tertekan dan penyakit-penyakit tubuh mulai bermunculan ( jantung, lever, diabetes, tulang keropos, dll, dll).

Marilah kita kembali kepada kebenaran Firman Tuhan yang menyehatkan, menyembuhkan bahkan memberikan umur panjang dan kebahagiaan.
Firman Tuhan mengatakan bahwa hati dan pikiran yang gembira yang membuat orang panjang umur dan mukanya akan selalu berseri-seri.

Salah satu cara yang paling praktis untuk menjaga hati dan pikiran yang gembira serta muka yang berseri-seri adalah dengan SENYUM.
Tariklah otot-otot disekitar samping mulut anda ke atas, maka tersenyumlah anda, dan rasakan suatu perasaan yang berbeda waktu kita tersenyum, ada suatu perasaan yang menggelitik di hati dan memberikan kenyamanan. Dan jika perasaan ini kita pertahankan, maka kegembiraan akan mendatangi kita dalam kondisi apapun keberadaan kita saat itu. Akibatnya semangat kita akan dipulihkan dan kekuatan dari dalam diri kita akan muncul, akhirnya kesembuhan dan pemulihanpun terjadi. ( Tentu saja semua itu dilandasi oleh iman percaya kita pada bilur-bilur Yesus yang menjadi dasar bagi segala kesembuhan sakit-penyakit yang kita alami ).

Apabila pada saat ini badai kehidupan sedang menerjang anda, hadapilah itu dengan iman dan senyuman !

Bapa di sorga, TUHAN Allah semesta alam, terima kasih atas kehidupan yang Engkau berikan kepada kami, terima kasih atas keselamatan dan kemuliaan yang telah Engkau sediakan bagi kami. Terima kasih atas FirmanMu hari ini yang menyejukkan hati dan pikiran kami. Biarlah wajah kami senantiasa berseri-seri, biarlah orang-orang disekeliling kami mengetahui bahwa kami memiliki Allah yang merancangkan damai sejahtera atas umatNya. Biarlah namaMu dipermuliakan melalui hati dan pikiran kami yang bergembira, bersuka cita selalu oleh karena anugerah dan kasihMu yang tiada habis-habisnya untuk kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami bersyukur memujiMu. Amin.

24 Januari 2011

Aji Mumpung = Oportunisme

Ams 21:5 :"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."

Oportunisme merupakan suatu dorongan kuat untuk memuaskan kebutuhan bathin agar jangan sampai "kehilangan kesempatanku"; suatu kecenderungan manusiawi untuk memanfaatkan kesempatan yang sedang terbuka, biasanya diwujudkan dengan kata-kata : Sekarang inilah saatnya yang paling tepat, marilah kita cepat-cepat memanfaatkannya!
Oportunisme akan mengatakan kepada kita bahwa ini adalah kesempatan yang berasal dari Allah, dan menekan serta memaksa anda untuk segera mengambil tindakan/keputusan.

Persoalannya adalah bahwa bagi Allah kesempatan tidak pernah berupa sesuatu yang menekan atau memaksa. Tidak pernah!
Apabila Allah membuka pintu, maka pintu itu akan tetap terbuka cukup lama untuk kita bisa memasukinya dengan mantap dan dengan bijaksana.
RohNya selalu mendatangkan damai sejahtera atas setiap tindakan, gerakan, pilihan, keputusan atau perubahan yang diperintahkan olehNya.
Ingatlah Dia adalah El Shaddai! Allah yang Maha Kuasa ! Allah yang lebih dari cukup ! Dia adalah Allah yang memberikan kesempatan-kesempatan yang benar dan bukan kesempatan-kesempatan yang bisa hilang.

Waspadalah terhadap roh dunia/bapa segala kebohongan yang berusaha mempengaruhi pikiran dan menekan jiwa kita dengan selalu mengatakan "barang siapa yang ragu-ragu untuk memanfaatkan kesempatan emas ini akan kehilangan"; "Mumpung ada kesempatan, ambil aja..."
Berapa banyak diantara kita yang tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Allah atau mencari kehendakNya, langsung melompat masuk kedalam berbagai situasi, memanfaatkan kesempatan dan kemudian mendapati diri kita berada dalam pergumulan yang berat secara keuangan, mental atau emosional?

Marilah di awal tahun yang baru ini kita memutuskan mau lebih percaya terhadap kehendak Allah daripada kehendak diri sendiri, mau lebih percaya kepada waktu dan cara Allah daripada waktu dan cara kita sendiri.
Marilah kita belajar hidup di dalam ketenangan dengan menyediakan waktu untuk berdoa dan belajar " menanti-nantikan" ( menunggu ) Tuhan Allah menyatakan kehendakNya dalam menuntun kita meraih masa depan yang dijanjikanNya kepada kita, yaitu masa depan yang gemilang, penuh keberhasilan dan pemenuhan potensi diri kita.
Percayalah jika Tuhan sudah memberikan suatu berkat kepada kita, maka pastilah berkat itu untuk kita dan tidak akan hilang atau pergi ke lain orang.Mari kita buang roh oportunisme dari hati kita dan menundukkan diri hanya kepada Tuhan Allah, Yehovah Elohim!

Bapa di sorga terima kasih atas nafas kehidupan yang tetap Engkau titipkan padaku di hari pertama tahun yang baru ini. Aku akan memulainya dengan tekad untuk hidup berbuah-buah bagiMu, untuk hidup sesuai dengan potensi yang telah Engkau tetapkan bagiku, menjadi saluran berkat bagi banyak orang demi kemuliaan namaMu.
Kuserahkan sepanjang tahun ini kehidupanku kedalam tangan pimpinanMu saja, sebab Engakulah El Shaddai ! Tiada Allah lain selain Engkau ya Abba ya Bapa yang layak disembah dan dipuja sepanjang masa. Haleluya! Demi nama Tuhan Yesus Kristus aku mengucap syukur dan berdoa. Amin.

19 Januari 2011

Lidah=kecil-kecil cabe rawit !

Ams 12 :17,18 :"Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil, tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan."

Ada 3 hal di dalam dunia ini yang tidak dapat ditarik kembali ( tidak dapat kembali lagi ) yaitu waktu, kesempatan dan ucapan.
Kata-kata yang kita ucapkan adalah suatu hal yang tidak dapat ditarik kembali, dan dapat berakibatkan fatal tidak seperti yang kita duga. Ucapan kita dapat menjadi seperti tikaman pedang yang mematikan bagi pendengarnya; jadi tidak salah kalau pepatah mengatakan bahwa kita dapat membunuh hanya dengan kata-kata.

Gosip bagaikan aliran lava pijar yang membakar hangus setiap tempat yang dilewatinya. Karena gosip adalah cerita yang belum tentu kebenarannya yang disebarkan dengan bumbu-bumbu yang semakin lama semakin jauh dari kebenarannya dan bagi siapa yang mendengarnya semakin digosok semakin siip, ikut membara...
Kebiasaan ini harus dihilangkan dalam kehidupan kekristenan kita; karena akan meracuni hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan Yesuspun telah mengingatkan kepada kita dalam Mat 12 :36: " Setiap kata-kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkan pada hari penghakiman."

Mari kita pergunakan lidah kita dengan bijak, dimana kata-kata kita sanggup untuk membangun dan membangkitkan iman, menyembuhkan orang yang sakit.
Marilah kita terus berdoa seperti pemazmur : Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!"
Biarlah apa yang kita keluarkan dan yang tidak dapat kita tarik kembali benar-benar menjadi sesuatu yang berguna bagi orang-orang yang mendengarkan... melalui kata-kata kitapun dapat menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, kami mohon hikmatMu menyertai lidah kami, berjagalah di pintu bibir kami biarlah apa yang kami gemakan boleh mendatangkan berkat bagi yang mendengarnya. Kami percaya kepada FirmanMu bahwa apa yang kami ucapkan mendatangkan kesembuhan bagi yang mendengarkannya. Dan semua itu biarlah untuk kemuliaan namaMu saja. Amin.

31 Agustus 2009

Prioritas Hidup yang berhasil

Amsal 3:5,6 "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Dalam menjalani hidup kita selalu dihadapkan pada persoalan prioritas, ya urusan prioritas yang tidak tepat dapat menyebabkan kehancuran hidup seseorang.
Urutan prioritas yang utama dalam hidup manusia yang benar adalah :
1. Hubungan pribadi dengan TUHAN Allah kita,
2. Hubungan dengan isteri/suami kita,
3. Hubungan dengan anak(-anak) kita,
4. Pekerjaan/profesi kita
5. Pelayanan kita ( baik rohani, sosial, sesama manusia, dll )

Hubungan pribadi dengan TUHAN Allah menempati urutan prioritas pertama, maka sesuai dengan Firman Tuhan hari ini kita layak BERGANTUNG kepada Tuhan dalam segala perbuatan kita.
Kamus bahasa Inggris Webster menjelaskan arti kata PERCAYA sebagai "ketergantungan yang teguh pada karakter, kemampuan, kekuatan, atau kebenaran seseorang atau sesuatu dan sesuatu dimana keyakinan itu ditempatkan".
Jika ditulis ulang dengan definisi ini, maka Firman Tuhan hari ini akan berbunyi seperti ini :
Milikilah ketergantungan yang teguh pada karakter, kekuatan, kebenaran Allah dengan segenap hatimu dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuliah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Banyak saudara kita dalam doanya memohon kepada Allah untuk memberikan jalan yang lurus; nah Puji Tuhan dalam Amsal 3:5,6 Tuhan telah memberikan cara/metodenya agar kita memperoleh jalan yang lurus itu, yaitu dengan jalan bergantung dan mengakui TUHAN dalam segala perbuatan kita, dan bukan dengan bersandar pada kehebatan, kepandaian, kecerdasan, kemampuan dan pemahaman akal budi kita.

Ya Abba ya Bapa aku bersyukur Engkau telah menyediakan bagiku suatu jalan yang lurus, suatu jalan penuh dengan keberhasilan hidup dunia dan akhirat. Ajarku senantiasa bergantung sepenuh hatiku kepadaMu, karena Engkaulah pemberi hidup dan keselamatan. Amin.

10 Agustus 2009

Dibunuh oleh Keinginan

Amsal 26:14 :"Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.”

Kesuksesan senantiasa hinggap dalam diri orang yang mau bekerja keras. Orang-orang hebat yang ada di dunia ini adalah tipe orang-orang yang rajin dan pekerja keras.
Kesuksesan yang diraihnya adalah akibat dari ketekunan dan hasil perjuangan yang tidak mengenal lelah, bukan datang seperti durian runtuh, tetapi melalui proses yang panjang.
Tidak ada dalam kamus hidupnya berpangku tangan sepanjang hari. Contohnya adalah seorang atlit, ia tidak akan mampu meraih prestasi yang tinggi tanpa ada kedisiplinan dan latihan yang keras. Beda halnya bila orang itu malas dan tidak mau bekerja keras, sudah bisa dipastikan semua yang diimpikan atau cita-citakan mustahil terwujud, tetap angan-angan belaka, ibarat. ‘menegakkan benang basah’.
Jadi “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” (Amsal 21:25).

Tuhan sangat tidak suka terhadap orang-orang Kristen yang bermalas-malasan dan tidak mau bekerja, karena “BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” (Yohanes 5:17). Malas adalah sahabat kemiskinan dan kekurangan; kemalasan juga akan menjauhkan kita dari berkat-berkat Tuhan. Bagaimana kita bisa menikmati dan meraih janji Tuhan bila kita sendiri malas untuk melayani Tuhan, malas berdoa, malas baca Alkitab? Seorang pemalas biasanya suka sekali menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan pada waktu itu; suka meremehkan dan sangat lamban dalam menyelesaikan apa saja yang dipercayakan kepadanya. Seorang pemalas enggan untuk membajak dan bekerja, akibatnya ia pun tidak akan menuai apa-apa ketika musim tuai itu tiba!
Bila kita menangkap gejala-gejala demikian, kita harus segera berbenah diri supaya tidak berlarut-larut dan menjadi kebiasaan hidup.

Bapa disorga, terpujilah Engkau di atas segala allah, sebab Engkau adalah TUHAN Allah yang perkasa, yang penuh dengan belas kasih dan kesabaran. Sampai sekarangpun Engkau masih bekerja yaitu mencari jiwa yang terhilang agar diselamatkan; demikianpula kami umatMu yang telah memperoleh keselamatan dan kemurahanMu, kami mau memberitakan InjilMu dengan penuh kerajinan; bukan sekedar berangan-angan, tetapi dengan tindakan ! Roh Kudus penuhi kami agar senantiasa siap baik dalam waktu yang baik maupun dalam waktu yang tidak baik. Dalam nama Yesus Kristus kami mengucap syukur dan berdoa. Amin.

27 Juli 2009

Logika Manusia

Amsal 3:5-6 :"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Mari kita nikmati dulu ilustrasi kisah sebagai berikut :
Seorang pemburu atheis satu ketika tersesat di tengah hutan. Ia kemudian bertemu dengan sekelompok macan. Tiba-tiba saja ia menjadi gugup. Spontan ia mengeluarkan senapan dan mulai menembakkannya ke arah macan tersebut. Sayang, tembakan-tembakan tersebut meleset dan ia-pun kehabisan peluru. Macan-macan ganas ini kemudian bergerak mendekati sang pemburu.
Tanpa menunggu waktu lama, segera sang pemburu ini mengambil langkah seribu. Ia berlari sekencang mungkin. Beberapa ratus meter kemudian, ia terpeleset dan masuk jurang.
Beruntung ia sempat meraih dahan sebuah pohon di tepi jurang tersebut. "Tolong... tolong!!!" teriaknya. Berkali-kali ia berteriak namun tak juga ada yang menjawab.
Hampir putus asa ia kembali berteriak : "Tuhan... Tuhan... apakah engkau sungguh ada?" Sejenak keadaan menjadi sangat sunyi lalu terdengar suara : "Ya, Aku ada".
Pemburu ini melanjutkan : "Tuhan, Engkau tentu tahu kalau selama hidupku, aku meragukan keberadaan-Mu namun sekarang aku percaya bahwa Engkau sungguh ada. Maukah Engkau menolongku, Tuhan? Aku berjanji Tuhan jika engkau menolongku maka aku akan membaktikan sisa hidupku untuk melayani-Mu dan memberitakan kebaikan-Mu kepada setiap orang yang aku temui mulai dari hari ini hingga akhir hayatku".
"Baiklah, Aku akan menolongmu," kata Tuhan. "Cepat Tuhan... tolonglah aku," ujar si pemburu memohon.
"Tetapi Aku ingin mengetahui satu hal darimu," kata Tuhan. "
Apakah itu?" tanya si pemburu.
"Maukah engkau mempercayaiKu dengan segenap hati dan akal budimu?" tanya Tuhan.
"Tentu saja aku mau Tuhan. Aku percaya padamu seribu persen! Cepat tolong aku, Tuhan," jawab si pemburu yang penuh keringat dingin itu."Baiklah kalau engkau memang percaya. Sekarang, lepaskan tanganmu dari dahan pohon itu dan Aku akan menolongmu," kata Tuhan. Spontan si pemburu berujar, "Tuhan, apakah Engkau sudah gila?" Kemudian si pemburu kembali berteriak, "Halo... adakah orang di sana yang bisa mendengar suara saya? Tolong... tolong...!"

Apa hikmah yang bisa Anda petik dari cerita di atas? Bisa jadi Anda dan saya hanya akan tersenyum atau tertawa setelah membaca cerita tersebut. Namun jika kita sungguh peka, seringkali dalam hidup ini kita berperilaku seperti si pemburu tadi.
Kita masih setengah hati dalam mengakui kekuasaan-Nya, terutama jika hal tersebut di luar logika manusia.
Kita lebih mengandalkan kekuatan manusia daripada bersandar pada-Nya. Seringkali kita harus melihat dengan mata kepala sendiri baru bisa percaya. Jika hal tersebut tidak sesuai dengan akal sehat, kita lantas menolaknya.
Meski kitab suci dengan sangat jelas mengatakan, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Korintus 2:9)."
Terkadang tetap saja sulit bagi kita untuk menerimanya.

Bapa disorga, terima kasih untuk teguranMu hari ini; kami mau taat kepadaMu. Jalan dan caraMu sungguh merupakan misteri bagi kami, namun kami mau percaya bahwa Engkau bersama-sama dengan kami. Amin.

18 Mei 2009

Tanda Kebodohan

Ams 10:14 :"Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam."

Raja Sulaiman memberitahu kita bahwa jika kita bertindak seperti orang bodoh dalam jangka waktu yang lama, kita mungkin menjadi orang bodoh.
Oleh karena itu ia memberikan kompas/petunjuk/tanda-tanda bagi kita untuk mengenali perilaku bodoh, mengenali kebodohan.

Tanda-tanda kebodohan adalah :
  1. Mereka menutup telinga dari instruksi
    Ams 1:7 :"Tetapi, orang bodoh membenci kebijaksanaan dan instruksi." Instruksi atau nasehat dari orang lain yang mempunyai kualitas dalam bidangnya amat sangat berguna bagi kita; janganlah oleh kebodohan kita menganggap kita lebih pandai, lebih bijak daripada semua orang.
  2. Orang bodoh cenderung bertindak dengan tergesa-gesa
    Mereka mengatakan segala yang mereka pikir atau rasakan tanpa pertimbangan yang menyeluruh. Berhati-hatilah dengan perkataan kita, karena dari mulut kebinasaan bisa menyergap!
  3. Mereka mengulangi perilaku bodoh yang sama
    Raja Sulaiman mengatakan seperti seekor anjing yang kembali kemuntahannya, demikian pula orang bodoh yang menulangi kebodohannya ( Ams 26:11).
    Mereka mengulangi hal yang sama dengan harapan memperoleh hasil yang berbeda.
  4. Orang bodoh hanya percaya hatinya sendiri
    Yang dimaksud hati disini adalah perasaan; mereka bertindak semata-mata oleh karena pertimbangan perasaan mereka, yang mereka rasakan; memang terkadang efektif, namun seringkali emosi kita sering dibutakan oleh persepsi kita yang keliru.

Raja Sulaiman menasehati agar kita memperhatikan kata-katanya, mengarahkan telinga kita kepada ucapannya. Jangan membiarkan semua itu menjauh dari mata kita; hendaknya kita mempertahankan dalam hati kita.
Nasehat praktis agar kita memperoleh kebijakan atau hikmat adalah mempelajari Kitab Amsal setiap hari, bacalah 1 pasal kitab Amsal setiap hari.

Bapa di sorga tambahkan hikmatMu dari hari ke hari kepada kami, agar kami dapat berjalan dalam terangMu dan jauhkanlah kebodohan daripada kami. Kami memilih untuk menjadi bijak dan akan menjauhi hal-hal yang bodoh sesuai FirmanMu hari ini. Terima kasih Bapa untuk pemeliharaanMu, terima kasih Tuhan Yesus atas kasihMu, terima kasih Roh Kudus untuk penyertaanMu. Amin.

17 Mei 2009

Kenaifan

Ams 14:15 :"Orang naif percaya segala hal; tetapi orang bijak melihat suatu masalah dengan cermat."

Pertanyaan pertama yang timbul setelah membaca Firman Tuhan di atas adalah apakah ada hubungannya Naif dan IQ ( kecerdasan )?
Setelah membaca kisah Edward H. Armstrong penemu Frequency Modulation ( FM) yang merupakan jantung tranmisi suara berkualitas yang digunakan di pemancar radio; dia seorang yang jenius ( IQnya pasti tergolong jenius), namun mati karena bunuh diri dalam keadaan hampir bangkrut oleh karena ditipu oleh perusahaan yang dipercayainya. Wow tragis sekali.
Kenaifan tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan seseorang, namun lebih terkait dengan cara seseorang dalam menghadapi situasi tertentu dan kehidupan secara umum.
orang naif cenderung untuk terlalu menyederhanakan situasi dan oleh karena itu gagal melihat faktor kritis yang sangat mungkin mempengaruhi hasil.

Gitu aja koq repot ! Pernah menjadi slogan yang populer, slogan ini bila dipakai sembarang sangat merugikan orang yang menggunakan ! Ia akan menjadi orang yang naif, oleh karena membuat seseorang menginginkan segala sesuatunya mudah dan serba instan ( Ams 1:22), tanpa harus belajar, mengamati dengan sungguh-sungguh dan tekun, seseorang akan mempercayai begitu saja perkataan orang lain. Orang naif akan menaruh kepercayaannya ditempat yang salah, orang ini akan mempercayai penampilan luar seseorang dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, keputusannya hanya didasarkan pada pengamatan yang sempit.
Kenaifan adalah kawan akrab dari kemalasan, keserakahan dan kesombongan. Jadi berhati-hatilah jangan terlalu menyederhanakan suatu masalah, kecuali sudah dipertimbangkan dengan seksama.

Kunci pembebas dari kenaifan yaitu : Cermat, pandanglah/selidikilah sesuatu masalah dengan cermat/teliti.
Jangan kuatir apabila ada orang yang berkata kepada kita : 'Apakah anda tidak mempercayai saya?' Silahkan jawab orang tersebut :' Anda tidak memberikan alasan kepada saya untuk tidak mempercayai saya, sehingga saya mempercayai segala hal yang saya tahu tentang anda. Tetapi saya tidak ingin membuat kesalahan dalam memutuskan suatu hal, oleh karena itu saya akan mencermati dahulu sebelum mengambil suatu keputusan.' Jika orang tersebut benar-benar jujur, maka ia akan menghargai kehati-hatian kita.

Bapa di sorga, kami mohon dalam nama Tuhan Yesus Kristus penuhilah diri kami dengan hikmat agar kami dapat berjalan di jalan yang penuh dengan anugerahMu, jauhkanlah kami dari kenaifan, kebodohan, keserakahan, kemalasan dan kesombongan. Roh Kudus Roh yang lemah lembut, tuntunlah kami dalam mengambil suatu keputusan, agar keputusan yang kami ambil bolehlah mendatangkan kebaikan belaka dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin.

16 Mei 2009

The Power of Anger

Ams 27:4a :" Kegusaran adalah kasar, dan kemarahan adalah memalukan."

Raja Sulaiman dalam wejangan-wejangannya sangat memperhatikan masalah kemarahan, pemarah dan marah. Dia menganggap pemarah adalah suatu tindakan kebodohan ( Ams 14:17).
Mengapa? Dia menjelaskan bahwa kekuatan merusak kemarahan seperti hujan lebat atau air bah, kemarahan tampaknya dapat muncul dari segala arah dan menghancurkan segala yang berada di lintasannya. Kuasa dari kemarahan sungguh merusak dan menghancurkan !

Menurut Dr Gary Smalley, kemarahan bukanlah emosi yang utama, tetapi merupakan emosi sekunder yang disebabkan oleh rasa sakit, frustasi atau ketakutan yang tak terpecahkan atau kombinasi dari hal-hal itu. Dan hal-hal itu semuanya bersumber( penyebab utama) yaitu Harapan yang tidak terpenuhi.
Paling tidak ada 3 konsekuensi kemarahan yaitu kemarahan menciptakan konflik, kemarahan membuat orang lain menjauh dari kita dan kemarahan mengurangi rasa percaya diri kita dan orang lain ( akibat tindakan yang berlebihan dan tidak merespon realitas dari situasi secara efektif ).

Sebaliknya Raja Sulaiman menulis : Dia yang tidak cepat marah adalah lebih baik daripada orang yang kuat; dan dia yang mengatur sikapnya daripada dia yang mengambil alih kota ( Ams 16:32 ).
Dengan mengontrol kemarahan kita maka kita akan memiliki kekuatan untuk mengatasi konflik atau perselisihan; hal ini karena kita dapat mempertahankan obyektivitas kita, sehingga kita akan memiliki persepsi yang jelas dan akurat terhadap situasi yang ada dan hal ini membawa kita kepada kemampuan untuk memberikan solusi yang tidak dapat dilihat oleh orang yang sedang marah, dan imbalannya kita akan lebih dihormati oleh orang lain.

Bapa di sorga terima kasih untuk FirmanMu dan hikmat yang Kau berikan kepada kami mengenai kemarahan, sekarang kami tahu bahwa penyebab utamanya adalah tidak terpenuhinya suatu harapan. Oleh karena itu kami gantungkan harapan kami kepadaMu ya Yehovah Jireh; karena Engkaulah TUHAN yang menyediakan, Engkaulah yang akan memenuhi kami sesuai dengan rencanaMu yang indah dalam hidup kami. Amin.

27 April 2009

Kekuatan Sejati

Ams 16:32 :"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."

Ayat di atas berbicara bahwa cara kita mengendalikan nafsu kita mengungkapkan apakah kita orang yang kuat dan calon pemimpin di sorga.
Oleh karena kita adalah mahluk roh yang serupa dengan gambarNya, maka sasaran kita dalam kehidupan di dunia ini adalah menjadi perkasa didalam roh. ( Ingatlah panggilan kita adalah menjadi serupa dengan gambaranNya = Rom 8:29 ).
Kuat dan perkasa yang sejati ini dapat dinilai dari karakter kita, yang kita buktikan melalui buah-buah perbuatan kita ( Mat 7:20) .

Kekuatan sejati kita dapat diukur dari adanya buah-buah Roh ( Gal 5:22-23) yang kita kembangkan dalam hidup kita, yaitu :
KASIH = kekuatan untuk mendahulukan orang lain dan kekuatan untuk tidak mementingkan diri sendiri dan menanggung segala sesuatu.
SUKACITA = Kesukaan dari Allah adalah kekuatan kita. Sukacita membersihkan dan menyembuhkan roh kita dari segala luka hati, dendam dan depresi.
DAMAI SEJAHTERA =Kekuatan untuk merasa tenang ketika berada di dalam badai kehidupan. Ia tidak digoyahkan oleh keragu-raguan, ketakutan dan serangan musuh.
KESABARAN = Kekuatan untuk tidak menyerah melainkan kesanggupan untuk menanggung segala kesukaran dan keadaan.
KEMURAHAN = Kekuatan untuk tidak bersikap kasar terhadap orang lain. Ini perkembangan lebih lanjut dari hikmat.
KEBAIKAN = Kekuatan untuk melakukan apa yang benar secara moral, mempertimbangkan apa yang terbaik bagi orang lain.
IMAN = Kekuatan untuk mengalahkan dunia, setan dan ujian-ujian ( 1 Yoh 5:4).
KELEMAH-LEMBUTAN = Kekuatan untuk tidak membalas dendam, baik dalam ucapan maupun perbuatan. ( 1 Pet2:21-23 ).
PENGUASAAN DIRI = Kekuatan untuk tidak menuruti kehendak diri sendiri dan mengontrol emosi yang berlebihan.

Bapa di sorga terima kasih atas FirmanMu hari ini yang menegur kami untuk selalu mencari kekuatan yang sejati dan terima kasih pula Roh Kudus Engkau mau menuntun kami melewati hari-hari kehidupan kami dengan selalu mengembangkan setiap buah-buah Roh dalam perbuatan kami. Kami yakin dan percaya bahwa dengan 9 kekuatan sejati ini kami akan mencapai garis akhir dengan penuh kemenangan. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami bersyukur dan berdoa. Amin.

22 Maret 2009

Hati yang mendendam

Ams 24:17-18 :" Rejoice not when your enemy falls, and let not your heart be glad when he stumbles or is overthrown. Lest the Lord see it and it be evil in His eyes and displease Him, and He turn away His wrath from him (to expend it upon you, the worse offender). ( Amplified Bible)

Penulis ayat ini mengatakan bahwa jika seorang melakukan kesalahan kepada kita, lalu kita bergembira karena ia mengalami masalah, mengira bahwa mereka pantas mendapat masalah, maka murka Allah yang seharusnya akan ditumpahkanNya kepada musuh kita itu akan ditimpakan kepada kita, karena kejahatan kita lebih besar dari kejahatan musuh kita tersebut.

Memiliki hati yang mendendam berarti menginginkan orang lain mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat terhadap kita. Berhati-hatilah karena Allah menganggapnya itu sebagai suatu hal yang lebih jahat daripada kejahatan yang telah dilakukan kepada kita.
Allah memperhatikan sikap hati kita ! Dengan sikap hati yang benar, maka segala sesuatunya akan menjadi benar juga.
Berhati-hatilah terhadap hati yang mendendam ! Namun biarlah hati kita dipenuhi oleh kasihNya semata !
Ketika orang menyakiti kita, maka kita serahkan keadaan itu kepada Allah dan kita tinggal tunggu waktuNya dan Dia yang akan menyelesaikan persoalan tersebut; dengan melakukan tindakan ini, maka kita telah melakukan tindakan yang bijaksana dan tindakan iman yaitu bergantung kepada Allah, yang mempunyai hak untuk membalas setiap perbuatan jahat manusia kepada kita.

Bapa di sorga ampuni kami atas sikap hati kami yang tidak benar dihadapanMu, bukannya kami mendoakan keselamatan musuh kami , namun kami sering bersyukur atas kecelakaannya; ya Abba ya Bapa ampuni kami, ampuni dosa kami; Roh Kudus penuhi hati kami dengan kasihMu, agar kami mampu mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami, dan menyerahkannya kepada Tuhan Allah yang hidup dan adil.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami mohon kabulkan doa kami ini. Amin.

16 Maret 2009

Terlambat Marah

Ams 16:32 :"He who is slow to anger is better than the mighty, and he who rules his spirit than he who takes a city."

Alkitab berbicara banyak tentang amarah, misalnya di Ams 14:17, Ams 19:11, Pengktbh 7:9, Yak 1:19,20.
Dari ayat-ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa Tuhan menghendaki agar kita sanggup mengendalikan emosi kita terutama marah.
Mari kita kenakan manusia baru dan menanggalkan manusia lama kita yang akan menemui kebinasaannya oleh karena nafsunya ( Ef 4:22).
Mengenakan manusia baru berarti memilih sifat-sifat baru yaitu cara hidup yang baru melalui pertolongan dari Roh Kudus. Sekali lagi kitalah yang memilih, bukan otomatis setelah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tiba-tiba secara instan kita diubahkan menjadi seperti Yesus Kristus, tetapi karakter Kristus wajib kita teladani dan itu merupakan suatu proses pembaharuan terus menerus.
Mengapa kita marah? Seringkali kita marah oleh karena orang tidak melakukan apa yang kita inginkan dan tidak secepat yang kita harapkan. Dan hal itu tidak akan terjadi jika kita lebih sabar.
Ijinkanlah Tuhan menumbuhkan kesabaran dalam hati kita, apabila kita kurang mempunyai kesabaran.

Tuhan menghendaki kita mempunyai karakter ini dalam kehidupan kita. Kita harus sabar dengan diri kita sendiri karena kadang-kadang kita menjadi sangat lamban dalam belajar. Kita harus sabar dengan Allah karena Dia tidak selalu begerak sesuai dengan waktu kita, Tuhan punya waktuNya sendiri. Dan kitapun harus bersabar kepada orang lain karena bukanlah oleh karena kesalahan mereka kita berada dalam waktu dan pada tempat yang seharusnya kita berada.

Yes 43:2 Tuhan mengatakan akan menyertai kita melewati air dan api. Ini berbicara tentang ujian dan pencobaan yang tidak bisa kita hindari dan ada beberapa kesullitan yang harus kita hadapi.
Alkitab berbicara tentang pemurnian, penyucian, korban dan penderitaan. Smeua itu bukanlah hal yang enak dan menyenangkan telinga dan hati kita, namun itulah cara Tuhan menggembleng kita agar kita mampu mengembangkan potensi kita secara penuh sesuai dengan karakter Kristus Yesus.
Sadarilah ada saat-saat dimana kita mengalami kesepian, kerja keras, ada kalanya kita merasa ingin menyerah dan berhenti; dan selalu saja ada orang yang tidak kita sukai yang ditaruh Allah dalam perjalanan hidup kita; semuanya itu ujian terhadap iman kita ( Yak 1:2-4 ), oleh karena itu kita wajib bersuka cita oleh karena jikalau kesabaran yang menghasilkan ketekunan apabila telah matang buahnya adalah kesempurnaan dan keutuhan dan kita tak kekurangan suatu apapun ! Wow luar biasa janji Tuhan.... ya dan amin!

Bapa disorga kami mau menghadapi setiap masalah yang Engkau ijinkan terjadi dalam perjalanan hidup kami, karena kami tahu semuanya itu demi keuntungan kami dan kami tahu bahwa Engkau sedang membawa kami naik bukannya turun. Roh Kudus kasihilah kami dengan kasihMu yang tak habis-habisnya, biarlah kasih itu melimpah keluar dari diri kami dan memberkati banyak orang disekeliling kami serta merubah keadaan dimana kami berada. Terima kasih Bapa. Amin.

15 Maret 2009

Ilmu Semut

Ams 6:6-8 :"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen."

Melalui orang yang paling berhikmat dibumi ini yaitu Raja Sulaiman/ Salomo, hari ini Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi bijak dengan cara belajar dari "lakunya" = perbuatan, tingkah laku, naluri dari semut.
Ada beberapa hal yang benar-benar harus kita renungkan dan pahami dari kehidupan semut, yaitu :

  1. Memiliki motivasi dan disiplin pribadi ( biarpun tidak ada pemimpin, pangatur atau penguasanya...)
    Kitapun wajib memiliki motivasi yaitu untuk senantiasa melakukan apa yang benar ( bukan sekedar apa yang baik). Dengan disiplin yang tinggi kita melakukan apa yang benar itu bukanlah oleh karena dilihat/diawasi orang ( Pengawas atau pemimpin) atau diperintah/dipaksa oleh orang (penguasa), namun semuanya itu kita lakukan atas dasar kesadaran kita bahwa kita adalah umat pilihan Allah, yang telah dipilih dan ditetapkan untuk menerima kemuliaan dariNya. Mari kita lakukan apa yang benar baik di rumah tangga, dilingkungan bisnis/pekerjaan, bahkan dimanapun kita berada bersaksilah bahwa Tuhan itu baik dan kasih setiaNya selama-lamanya.
  2. Maju terus pantang mundur ( perhatikan jalannya semut, tidak ada semut mundur..;)
    Jika kita ingin mengembangkan potensi hidup yang sudah Allah taruh dalam diri kita, maka kita harus mengambil keputusan untuk tidak berhenti, apapun alasannya, sampai kita melihat apa yang sudah Allah taruh dalam hidup kita terwujud. Jangan terjebak tipu muslihat iblis yang selalu menginginkan kita untuk berhenti dan mundur dari tujuan yang hendak kita capai.
  3. Berani bersusah payah/ berusaha keras ( menyediakan roti pada musim panas )
    Janganlah berpikir atau buanglah pikiran bahwa segala sesuatu dalam hidup ini dapat diperoleh atau dicapai dengan mudah dan gampang. Jangan menginginkan segala sesuatunya terjadi secara INSTAN; karena segala sesuatunya ada harga dan waktunya sendiri.
  4. Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya (mengumpulkan makanan pada waktu panen)
    Pada point 3 telah disebutkan bahwa segala sesuatunya ada masanya, ada waktunya (Pengktbh 3:1). Manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, karena investasi kita yang paling mahal didunia ini adalah waktu. Waktu tidak dapat berhenti apalagi mundur, dimanfaatkan atau tidak ia tetap akan maju terus. Jadi investasikan waktu anda untuk prioritas yang benar (bersekutu dengan Tuhan Allah, keluarga, pekerjaan dan pelayanan), jangan dibolak balik urutannya!

Mari kita kerjakan 4 hal kebenaran ilmu semut ini, maka kita akan disebut sebagai orang bijak, orang yang mempunyai hikmat dan kehidupan kita akan dipenuhi dengan kelimpahan dan kemuliaan dari TUHAN Allah yang hidup.

Bapa di sorga kami bersyukur atas segala ciptaanMu, karena semuanya itu boleh memberikan, menambahkan, meningkatkan hikmat kami dalam menjalani kehidupan ini. Kami percaya bahwa Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya; yang patut kita lakukan adalah tetap memiliki motivasi dan disiplin yang tinggi, fokus pada tujuan dan pantang menyerah, menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan berani berusaha dengan keras. Roh Kudus Engkaulah yang akan memampukan kami melakukan semua ini. Amin.

09 Februari 2009

Neraca Serong

Ams 11:1 :"Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat."

Dalam dunia niaga Tuhan mengajarkan kepada kita agar kita memakai standart kejujuran dan keadilan Tuhan.
Inti pengajaraan dari Firman ini adalah Tuhan tidak menginginkan umatNya mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri dengan jalan merugikan orang lain.
Dengan menggunakan neraca serong itu berarti kita telah melakukan penipuan dan sekaligus pencurian; dimana kedua perbuatan tersebut adalah bercirikan sifat iblis.

Tuhan adalah kudus. Ia tidak dapat mentolelir atau berkompromi dengan ketidak jujuran dan ketidak adilan.
Katakanlah hal yang benar tentang barang dagangan yang kita jual, pakailah ukuran yang tepat, pakailah timbangan yang akurat , sebab kita adalah anak-anak Allah yang memancarkan sifat Allah Bapa kita di surga.
Percayalah bahwa jika Tuhan menyertai kita maka APA SAJA (SEGALA) yang kita perbuat dibuat Tuhan BERHASIL ( Belajarlah dari Kej 39:23, 2 Taw 26:5) .
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Allah dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepadaNya!

Bapa di surga kami mau jujur dan adil dalam perniagaan yang kami usahakan, biarlah setiap keuntungan yang kami peroleh adalah merupakan keuntungan yang halal, bukan hasil menipu dan mencuri hak orang lain. Roh Kudus berikanlah kepada kami hikmatMu senantiasa agar kami dalam menjalankan usaha kami memancarkan sifat-sifat dari Bapa di surga. Kami memegang janjiMu Tuhan bahwa jika kami berpaut dan bergantung sepenuhnya padaMu, maka apa saja yang kami perbuat Engkau akan membuatnya berhasil. Demi nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

18 Januari 2009

Kemarahan

Ams 14:29 :"Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah memperbesar kebodohannya."

Marah adalah luapan emosi yang timbul pada saat seseorang dipojokkan, diremehkan, difitnah, atau mendapat perlakuan-perlakuan yang dapat menyinggung harga diri seseorang atau karena frustasi.
Luapan emosi yang timbul dapat menimbulkan kekuatan yang tidak terduga, dan seringkali rasa marah ini diekspresikan dalam bentuk perlawanan fisik, sumpah serapah, perbuatan yang destruktif, atau mendiamkan orang yang membuatnya marah.
Menurut survey dari suatu study tentang kemarahan, disimpulkan penyebab kemarahan >80% adalah oleh sikap atau perbuatan orang lain; jadi marah adalah reaksi terhadap sikap orang lain yang kurang menyenangkan.
Oleh karena itu para ahli jiwa menyatakan bahwa kemarahan adalah the chief saboteur of the mind, kemarahan adalah faktor utama yang seringkali melumpuhkan akal sehat dan bahkan dapat menimbulkan berbagai kesusahan dan gangguan jiwa lainnya.

Alkitab memperbolehkan marah asal tidak berbuat dosa ( Ef 4:26 ); kata marah dalam ayat tersebut dalam bahasa Yunaninya disebut "Orge" yaitu jenis kemarahan yanng menyala karena adanya dosa atau adanya suatu tindakan yang tidak benar/tidak adil.
Ada jenis kemarahan lain yang disebutkan dalam alkitab yaitu Parogismis yaitu sakit hati atau tersinggung dan Thumos yaitu perasaan geram, kemarahan yang meluap-luap atau bermusuhan; kedua jenis kemarahan ini dapat membawa kita melakukan perbuatan-perbuatan yang destrutif dan pertengkaran yang tiada henti-hentinya.

Marah adalah merupakan pilihan bukan keharusan ! jadi tergantung respon kita terhadap situasi yang dapat menyebabkan kemarahan. Oleh karena itu jika kita tenang dan berpikir positif pasti kita dapat mengendalikan kemarahan.
Kekuatan rohani seseorang biasanya diukur seberapa kuat ia menghadapi tekanan lingkungan. Oleh karena itu jika kita cepat marah, berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan kehidupan kerohanian kita.

Maz 37:8 : "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan."
Ams 14:17 : "Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang bijaksana bersabar."

Bapa di sorga, kami mau mengampuni orang yang bersalah kepada kami sebab pengampunan yang Engkau berikan kepada sungguh luar biasa, kasihMu meluap-luap dari dalam hati kami; kami mampu mengatasi rasa amarah kami, kami mampu mengendalikannya oleh karena kekuatan kuasaMu yang bekerja didalam kami. Amin.

14 September 2008

The Wisdom

Ams 3:13-15 : "Happy is the man who finds wisdom, and the man who gains understanding; For her proceeds are better than the profits of silver, and her gain than fine gold. She is more precious than rubies, and all the things you may desire cannot compare with her".

Sungguh berbahagia dan disebut orang paling beruntung jika seseorang memperoleh hikmat.Oleh Raja Salomo hikmat diungkapkan sebagai suatu bentuk "female", dia menggunakan kata Her atau She, apakah ini kesalahan bahasa yang dilakukan oleh orang paling berhikmat didunia ini? Saya yakin bukan, pasti ini bukan kesalahan bahasa, namun ada hal yang perlu kita pelajari mengapa hikmat diistilahkan dengan bentuk "female".
Hikmat adalah sesuatu yang sangat berharga, sesuatu yang sangat indah dan tidak ada bandingannya dari segala sesuatu yang dapat kita inginkan.
Seperti "female", maka hikmat harus dikejar, diupayakan dengan penuh antusiasme, hikmat tidak datang dengan sendirinya, tanpa kita berusaha memperolehnya.

Kita tahu bahwa permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN. Disini istilah "takut" lebih diartikan sebagai hormat kepada TUHAN, menunjukan pengagungan dan penghormatan kepadaNya.
Jadi pertama-tama yang harus kita lakukan untuk memperoleh hikmat adalah merendahkan hati ( buang roh angkuh dan suka membanggakan diri )!!
Kemudian kita harus sungguh-sungguh menginginkannya dan mencarinya seperti kita mengejar "seorang perempuan yang luar biasa".

Bapa aku membutuhkan hikmat dalam hidupku. Aku mengakui keangkuhanku menghambat hikmat yang Engkau sediakan bagiku; oleh karena itu aku membuang segala kesombongan dan keangkuhan dari karakterku. Penuhiku Roh Kudus dengan hikmatMu. Dalam nama Yesus Kristus, amin.