Tampilkan postingan dengan label Yesaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesaya. Tampilkan semua postingan

30 Maret 2011

Bejana hatiku

Yes 64:8 :"Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang menbentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tanganMu."

Ketika Allah bekerja di dalam kita untuk membentuk dan menempa kita untuk tujuanNya, mungkin itu tidak akan terasa nyaman. Sama seperti tanah liat yang harus ditekan, diketok dan diremas, demikian juga Bapa akan menekan, mengetok dan meremas kita menjadi serupa dengan gambar AnakNya.
Pola kedagingan kita akan dikikis habis sampai sikap dan perilaku baru terbentuk, marilah kita serahkan diri kita sepenuhnya kepadaNya.
Allah telah menyiapkan tugas kerajaan bagi kita. Kita memiliki peran khusus yang sesuai dengan karunia, talenta, dan kepribadian kita.
Semua ini tentu saja tergantung pada pilihan anda, mau taat atau tidak.
Luar biasa keMaha-Kuasaan Allah kita yang memberikan kebebasan pilihan pada mahluk ciptaanNya termulia ini!
Maukah kita membiarkan Dia memakai kita ke dalam kerajaanNya?
Anda dapat berserah menjadi tanah liat yang lembut ditanganNya.

Bapa inilah diriku kupersembahkan untukMu untuk menjadi saksiMu bahwa Engkaulah TUHAN, sebelum Engkau tidak ada Allah dibentuk dan sesudah Engkau tidak akan ada lagi; bahwa tidak juruselamat selain daripadaMu. Engkau TUHAN Allah yang tidak berubah dengan rancangan damai sejahteraMu bagi umat pilihanMu, Engkau TUHAN Allah yang membuat sungai-sungai di padang belantara, membuat air memancar di padang gurun untuk memberi minum umat pilihanMu dan umatMu akan memberitakan kemasyhuranMu.
In majorem gloriam dei!

26 Februari 2011

El Gibbor

Yes 9:5 :"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang : Penasehat Ajaib, Allah Yang Perkasa ( El Gibbor ), Bapa yang Kekal, Raja Damai."

El Gibbor berarti Allah Yang Perkasa, adalah salah satu nama diantara nama-nama kekuatan Allah ( antara lain Allah yang Perkasa, Yang Kuat, Gunung Batu, Kota Benteng dan TUHAN Kekuatanku, TUHAN Semesta Alam/Yehovah Saboath ).
Dalam Perjanjian Lama nama-nama kekuatan Allah ini dipakai jika umat Tuhan mengalami badai dalam kehidupan rohani mereka disaat mereka merasa lemah, kecewa atau disaat mereka membutuhkan kekuatan secara emosi.

Kata Perkasa disini menyatakan tentang kekuatan dan ketangkasan fisik yang luar biasa dalam hal memberikan peristirahatan, perlindungan dan naungan bagi umatNya.
Perlindungan, peristirahatan dan naungan itu akan kita peroleh jika kita serahkan apa saja yang perlu Allah lindungi dengan kata lain Allah tidak dapat melindungi apa yang belum kita serahkan kepadaNya; oleh karena itu ijinkanlah Allah untuk sepenuhnya melindungi kita, bukannya bertindak berdasarkan kekuatan kita sendiri.

Setelah menyerahkan aspek-aspek kehidupan kita kepadaNya, maka kita perlu bergumul sesuai prinsip-prinsip Alkitab agar kita menghentikan aktivitas yang berpusat pada diri sendiri; dengan demikian akan terjadi suatu persekutuan yang erat antara kita sebagai domba dengan Allah sebagai Gembala yang senantiasa siap melindungi kita dari setiap badai kehidupan.

Tidak ada satu masalahpun yang tidak dapat diatasi oleh Allah Yang Perkasa ( El Gibbor), Dia sanggup menyediakan perhentian, lindungan dan naungan bagi kita semua dari setiap badai yang menerjang kita. Allah kita Allah Yang Perkasa ! Haleluyah !

Bapa di sorga Engkaulah El Gibbor Allah Yang Perkasa dan Engkau telah memberikan nama ini kepada Tuhan dan Juru Selamat kami Yesus Kristus, kami sunguh bersyukur mempunyai Allah seperti Engkau, kasih setiaMu besar dan sampai selama-lamanya. Roh Kudus ajar kami untuk menyerahkan seluruh aspek kehidupan kami kepadaNya, ajar kami untuk tidak berpusat pada diri kami sendiri, melainkan mau bergantung penuh kepadaMu, ya Allah Yang Perkasa. Amin.

11 Februari 2011

Ibadah dengan hati

Yes 29:13 :"...bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu, dan ibadahnya kepadaKu hanyalah perintah manusia yang dihafalkan."

Banyak orang saat ini rajin beribadah hanya untuk dilihat oleh orang lain, ingin dipuji dan ingin dikatakan sebagai orang yang saleh; mereka rajin membaca Alkitab, namun bukan untuk melaksanakannya hanya sekedar menghafalkannya. Sangkanya semakin banyak hafal ayat-ayat Firman Tuhan akan terlihat semakin rohani/saleh ...
Tidak hanya pada jaman nabi Yesaya hal itu sudah terjadi, bahkan jaman Tuhan Yesus peringatan tentang hal itu diulang lagi dalam Mat 15:7-9.
Banyak umat Tuhan menilai kesalehan seseorang berdasarkan ketaatan pada peraturan agamanya atau berdasarkan hal-hal luar, tetapi Tuhan menilai seseorang berdasarkan sikap hatinya dalam beribadah.

Melakukan hal-hal yang baik akan menjadi sia-sia di mata Tuhan apabila dilakukan dengan sikap hati yang tidak benar. Jangan kita menilai diri kita berdasarkan pelayanan yang telah kita lakukan, Tuhan menilai kita berdasarkan keakraban hubungan kita denganNya.
Ingatlah : "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi TUHAN melihat hati." ( 1 Sam 16:7).

Bapa disurga terima kasih untuk FirmanMu ini yang mengingatkan aku tidak berbangga dengan segala bentuk pelayanan lahiriah yang kulakukan untukMu, namun Engkau melihat hatiku melekat kepadaMu, mataku tertuju padaMu, TUHAN. In majorem gloriam dei ! Amin.

03 Agustus 2009

Teman Sejati

Yes 40:29 :"Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."

Ada gula, ada semut. Peribahasa ini tampak begitu nyata dalam kehidupan orang-orang yang ditinggalkan teman-temannya pada saat mengalami kegagalan.
Kenyataan membuktikan bahwa lebih mudah mendapatkan teman pada saat segala sesuatunya berjalan dengan baik, sukses, dan gemilang. Tetapi di saat-saat yang sulit; dalam kebangkrutan, kegagalan dan penderitaan, mereka berpaling pergi.
Teman sejati adalah mereka yang tidak meninggalkan temannya sekalipun dalam duka dan keadaan sulit.
Melebihi seorang teman sejati di dunia, Tuhan adalah Sahabat sejati bagi kita. Dia tak pernah meninggalkan kita dalam situasi seburuk apa pun.
Firman-Nya, “Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Yosua 1:5).
Saat dunia mencampakkan orang yang gagal, Dia justru datang untuk menolong orang-orang yang sakit, menghibur yang berduka, memberikan kelegaan kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat, memberikan kekuatan kepada yang lelah, dan menambah semangat kepada yang tak berdaya. Dia sangat peduli kepada kita!

Saat ini, apakah Anda sedang membutuhkan dukungan semangat dari seorang teman? Sekalipun Anda tidak dapat melihat-Nya secara fisik, Anda dapat merasakan kehadiran-Nya dengan nyata.
Dia memberikan dukungan semangat setiap saat kepada kita untuk terus berjuang melakukan yang terbaik. Dia tak pernah mengabaikan kita. Dia selalu ada bagi kita, Dia sangat mengasihi kita. Hidup kita begitu berharga bagi-Nya, sehingga Dia memberikan nyawa-Nya untuk menebus kita. Maka, bersandarlah teguh kepada-Nya. Andalkanlah Dia, Sahabat kita, Sang Sumber kekuatan kita.

Bapa disorga kehadiranMu dalam kehidupan kami sungguh merupakan sumber kekuatan dan semangat bagi kami dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Kami percaya kami memperoleh sumber kekuatan dan pembaharuan semangat yang luar biasa yang tiada habis-habisnya dariMu. Oleh karena itu ya Tuhan kami jalani hari ini dengan penuh kekuatan dan semangat ! Amin.

09 Mei 2009

Pamer Berkat

Yes 39:2 :"Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannya kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak,... Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan diseluruh daerah kekuasaannya."

Jika kita membaca kisah raja Hizkia dalam kitab Yesaya mulai pasal 36, maka kita melihat betapa kasih setia Tuhan kepadanya; bahkan raja Hizkia sering dipakai sebagai contoh tentang kesungguhan dan keampuhan doa yang dapat menggerakkan hati Tuhan ( Yes 38 :10-20).
Dalam kisah raja Hizkia kita juga menyaksikan bahwa Tuhan memberkati Hizkia dengan berlimpah-limpah. Namun apa yang dilakukan oleh Hizkia dalam hidupnya terhadap segala berkat yang diperolehnya adalah hal yang tidak patut kita teladani.

Dari Firman di atas kita baca betapa Hizkia sangat membanggakan segala harta dan kebesaran kerajaannya yang merupakan berkat-berkat yang dia peroleh dari Tuhan. Bukannya dia bersaksi atas kesembuhan yang sudah Tuhan berikan, tetapi dia malah memamerkan harta kekayaan dan kebesarannya yang seolah-olah semua itu merupakan hasil dari kebesarannya, kepintarannya dan kekuasaannya.
Sayang sekali berkat yang Tuhan berikan kepadanya tidak membuatnya semakin rendah hati, tetapi sebaliknya malah membuatnya tinggi hati/sombong dan merasa lebih baik daripada orang lain ( lebih pintar, lebih hebat, lebih berkuasa..dll), bahkan membuatnya menjadi egois ( Yes 39:8).

Sesungguhnya semua berkat yang kita terima dari Tuhan adalah pemberian semata-mata. Oleh karena itu semakin kita diberkati, seharusnya kita menjadi semakin rendah hati. Dan tugas utama kita adalah bersaksi tentang kebaikan dan kasih setia Tuhan terhadap kita.

Bapa di sorga ya Yehovah Jireh, Engkau TUHAN yang menyediakan segala berkat dalam hidup kami; sesungguhnya tanpa berkatMu sia-sialah usaha kami, tanpa berkatMu tidak kekallah hasil dari apa yang kami lakukan. Bapa kami mau bersaksi atas kebaikanMu, atas kasih setiaMu dalam hidup kami; kami mau membesarkan namaMu dalam kehidupan kami. Demi nama Tuhan Yesus Kristus kami terima segala berkat kelimpahan daripadaMu, dan kami bersyukur atasnya. Amin.

08 Mei 2009

Yehovah Machsi

Yes 32 : 1 :"Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan."

Ayat di atas adalah nubuatan nabi Yesaya tentang Yesus Kristus, Raja Kebenaran. Nubuatan ini dicetuskan oleh nabi Yesaya ketika ketidak adilan, penindasan, dan kejahatan mewarnai pemerintahan raja Ahas di kerajaan Yehuda. Pemerintahan yang seharusnya melindungi rakyat malah memeras rakyat.
Ditengah masa yang kelam itu dinubuatkan bahwa akan datang seorang raja yang akan memerintah dengan benar dan adil. Raja itu digambarkan sebagai tempat perteduhan terhadap angin ribut, sebagai aliran-aliran air yang menyegarkan, sebagai naungan batu yang memberikan keteduhan.

Adalah suatu kenyataan bahwa dalam kehidupan ini kita tidak kebal terhadap terjangan badai kehidupan, angin ribut persoalan, kemelut, ketidak adilan dan kejahatan dalam pelbagai bentuk, disengat oleh kata-kata fitnah, dibuat letih oleh derita yang berlarut-larut.
Namun syukurlah kita mempunyai Yesus Kristus sebagai tempat perteduhan dari angin ribut persoalan, sebagai aliran air segar bagi jiwa yang letih, sebagai gunung batu tempat perlindungan dari badai kehidupan.
Puji Tuhan sebab TUHAN yang kita sembah adalah Yehovah Machsi, Tuhan adalah tempat perlindunganku. KepadaNya lah kita berlindung hingga kita dapat diam dan tentram sekalipun dunia bergolak, resesi dan inflasi menggila... kita tetap dapat menghadapi hari esok sebab Dia memelihara kita.

Bapa di sorga Engkaulah Yehovah Machsi, TUHAN tempat perlindungan kami, tempat kami berlindung dari badai kehidupan, angin ribut persoalan, dan sengatan fitnah; Engkau melepaskan kami dari malapetaka dan tulah, sebab Engkaulah tempat perteduhan kami, dan Engkau telah memerintahkan para malaikatMu menjagai kami di segala jalan kami. Kami mau berserah diri dan percaya hanya kepadaMu ya Yehovah Machsi. Demi nama Tuhan Yesus Kristus kami bersyukur dan berdoa. Amin.

18 Maret 2009

Manage Your Emotion

Yes 50:7 :"Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu."

Menjadi dewasa secara emosional artinya mengambil keputusan berdasarkan pimpinan Roh Kudus, bukan menurut perasaan-perasaan kita. Kedewasaan emosional itu tidak terjadi secara alamiah.
Dewasa secara emosional bukan berarti kita tidak memiliki emosi lagi. Allah memberikan emosi agar kita dapat menikmati hidup; betapa hampa dan hambarnya jika hidup ini kita jalani tanpa perasaan...
Menjadi teguh secara emosional artinya kita memiliki kehidupan emosi yang seimbang yaitu suatu kehidupan yang tidak dikuasai oleh emosi semata, namun ia dapat mengendalikan diri, mengendalikan hidupnya.
Puji Tuhan kita memiliki Allah yang serba sanggup, termasuk menolong kita menjadi dewasa dan teguh secara emosional.

Keteguhan hati adalah syarat utama agar seseorang memiliki kedewasaan emosional.
Definisi Keteguhan adalah daya tahan terhadap perubahan, penggusuran atau penolakan secara mendadak; sedangkan definisi keteguhan karakter atau tujuan adalah Ketetapan hati atau dapat dipercaya/ dapat diandalkan.

Mari kita percayai Firman Tuhan di atas bahwa Tuhan pasti menolong kita dalam segala kesulitan, penolakan, perubahan yang menyudutkan diri kita; seperti janjiNya kita pasti tidak akan mendapat noda atau malu, asal kita mau meneguhkan hati kita.
Tuhan menghendaki agar kita tidak menjadi orang Kristen yoyo, yang selalu naik turun imannya tergantung perasaannya; kalau senang bisa haleluya, kalau susah halehaleh...
Dengan fokus terhadap apa yang kita percayai, maka keteguhan hati kita akan meningkat; seiring meningkatnya keteguhan hati kita, maka kedewasaan emosional kitapun meningkat pula.

Bapa ya Abba yang baik, kami bersyukur atas FirmanMu yang luar biasa ini, Engkau senantiasa akan menolong kami sehingga kami tidak akan mendapatkan noda atau malu. Bagian yang perlu kami lakukan adalah meneladani Yesus Kristus, Tuhan kami yang memiliki keteguhan hati, karena Ia tidak berubah, tetap sama sampai selama-lamanya, tetap mengasihi kami. Roh Kudus kami perlu pertolonganMu dalam mengendalikan emosi kami, dalam meningkatkan keteguhan hati kami, kami butuh kekuatanMu. Demi nama Tuhan Yesus Kristus kami mohon kabulkanlah doa kami ini. Amin.

23 Februari 2009

Konsekwen

Yes 55:10-11 :"Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali kesitu, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang-orang yang mau makan, demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu, Ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."

Firman Tuhan ini adalah merupakan tulang punggung kehidupan kekristenan kita; ayat ini harus kita gunakan dalam setiap bidang kehidupan kita, menjadi pegangan iman kita.
Tidak ada satu perkataanpun yang keluar dari mulut Allah akan kembali dengan hampa dan sia-sia.
FirmanNya akan membuat subur hati kita, demikian agar hati kita seperti tanah yang subur yang sanggup menghasilkan buah-buah kehidupan, dan buah-buah kehidupan kita dapat berupa benih buat kehidupan orang lain maupun berupa roti yang untuk menunjang kehidupan orang-orang disekitar kita .
FirmanNya memberikan keselamatan, memberikan kelepasan, memberikan status anak kepada kita, memberikan janji-janji dalam setiap aspek kehidupan kita dan Ia tidak akan kembali sia-sia, namun Ia pasti melaksanakan apa yang sudah diperintahkan Tuhan Allah.

Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar ( Yes 43:26 ). Jelas-jelas bahwa Tuhan meminta kita agar mengemukakan apa yang pernah Ia ucapkan, Ia meminta agar kita mengingatkanNya terhadap apa yang Ia janjikan. Ini bukan berarti Tuhan itu pelupa; namun Ia menghendaki agar kita berpegang teguh kepada FirmanNya.
Ia berpegang teguh untuk melaksanakan FirmanNya dan hal itu akan menjadi nyata dalam kehidupan kita apabila kita melakukan hal yang serupa yaitu berpegang teguh pada FirmanNya yaitu menaruh harap hanya kepadaNya, bergantung padaNya dan yang paling penting bersekutu denganNya.

Bapa di sorga dari hari ke hari aku akan bertumbuh menjadi semakin dewasa dalam iman kepadaMu, dari hari ke hari aku akan menghasilkan buah-buah sebagai persembahan yang hidup kepadaMu, biarlah kiranya buah kehidupanku ini boleh menjadi benih yang akan menghasilkan kehidupan-kehidupan baru dan juga menjadi roti atau makan atau saluran berkat bagi sesama manusia.
Bapa di sorga saat ini kuajukan perkaraku kepadaMu, sebagai anakMu biarlah kiranya sinar kemuliaanMu terpancar juga melalui kehidupanku; sebagai hambaMu biarlah kiranya kasihMu tersalurkan keluar melalui diriku; sebagai rekanan sekerjaMu biarlah kiranya keharuman dan kedahsyatan namaMu terbit dari perbuatan-perbuatanku.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus hanya Engkau sajalah yang layak terima hormat, pujian dan syukur kami ya Yehova Elohim. Amin.

10 Januari 2009

7 Janji Kekal Allah

Yes 41 : 9-10 :"...Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau;" janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan."

Dalam Yesaya 41:8-15 TUHAN Allah telah memberikan kepada kita orang-orang percaya janji-janjiNya yang merubah dapat merubah kita menjadi para pemenang :
  1. Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau. (ayat 9)
    Walaupun ada kelemahan atau belenggu yang mengikat kita, namun Dia tidak menolak kita, dengan kelembutanNya Dia menghendaki agar kita sadar bahwa kita adalah umat pilihanNya.
  2. Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang. (ayat10)
    Jika anda merasa seolah-olah sendirian tidak ada teman seperjuangan, atau penolong dalam situasi yang menekan anda saat ini; selalu ingatlah Tuhan berkata :"Aku besertamu, bahkan saat engkau mengira sedang menghadapi hidup sendirian saja."
    Janganlah takut! Tuhan Allah akan bangkit dan bekerja bersama dengan anda dalam situasi yang anda hadapi.
  3. Aku ini Allahmu ( Elohim). (ayat10)
    Elohim nama Allah yang digunakan disini berarti tinggi dan ditinggikan, yang perkasa. Kita berbakti pada Allah yang perkasa, Allah yang mengagumkan. TanganNya tak cukup pendek sehingga Ia tidak dapat menjangkau kita.
  4. Aku akan meneguhkan engkau, bahkan akan menolong engkau. (ayat 10)
    Tuhanlah kekuatan kita. Tuhan membuat kita kuat secara ilahi. Sebagaimana rasul Paulus berkata :"Sebab jika aku lemah, maka aku kuat"; Roh Kudus akan membuat kita teguh dan kuat dalam menghadapi segala tekanan hidup yang kita hadapi.
  5. Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan. (ayat 10)
    Tuhan Allah telah berjanji kepada kita bahwa Ia akan menopang kita pada saat kita lemah, Ia akan menjadi kemenangan bagi kita bahkan pada saat kita tidak merasa ada kemenangan ada disana.
  6. Orang-orang yang membantah engkau akan seperti tidak ada...engkau akan mencari orang-orang yang berkelahi dengan engkau, tetapi tidak akan menemui mereka. (ayat 11-12)
    Roh-roh jahat selalu mengelilingi kita dan siap untuk mengganggu dan mencuri hidup Allah dari kita.
    Pada saat Kristus mati dan bangkit dari kematian, Ia menghancurkan pekerjaan-pekerjaan musuh dan Ia memberikan kita kuasa untuk melakukan hal yang sama.
  7. Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru... (ayat 15)
    Kita akan dibuat Tuhan sanggup menghancurkan gunung-gunung persoalan dan bukit-bukit tekanan-tekanan kehidupan menjadi tidak ada artinya lagi.
    Haleluya !! Luar biasa Allah kita Yehova Elohim !

Marilah kita hadapi masalah dengan keberanian, bukan dengan menjauh dari masalah, mengabaikan masalah, lakukan seperti Daud lakukan yaitu berlari menghadapi masalah dengan keberanian dan percaya bahwa Allah akan menolong. Amin.

Bapa disorga, terima kasih atas kesetiaanMu atas diriku, terima kasih atas kekuatan dan pertolonganMu dalam hidupku; Bapa aku tahu bahwa kemenangan selalu tidak dapat dicapai dengan terlalu cepat berhenti. Aku mau meneguhkan dan menguatkan hatiku untuk menghadapi masalah sebagai suatu tantangan bagiku untuk melompat ke dalam rencanaMu atas hidupku. Amin.

26 Desember 2008

Pax Vobis

Yes 9 : 5 :"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebut orang : Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Pax Vobis berasal dari bahasa Latin yang berarti damai bersama anda, merupakan salam perdamaian yang disampaikan kepada setiap pengikut Kristus.
Kita adalah mahluk rohaniah yang bertubuh jasmaniah, jadi jika sang Raja Damai bertahta dalam hati kita, maka damai sejahteraNya yang berlimpah memenuhi kehidupan kita di dunia ini; oleh karena itu dunia boleh saja bergoncang diterpa oleh berbagai kesukarannya, namun kita umat TUHAN senantiasa bergantung padaNya.

Dengan menempatkan Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja Damai dalam diri kita, maka apapun permasalahan yang kita hadapi, ketidak pastian yang menghadang dihadapan kita, tidak akan sanggup membuat kita terpuruk, tidak akan sanggup membuat kita jatuh tergeletak dan tidak dapat bangkit kembali.
KedamaianNya akan membuat kita menjadi tenang, dan dari ketenangan itu kita akan menjadi tidak takut dan/atau kuatir; dan jika kita tenang dan dalam keadaan damai ( berdamai dengan diri sendiri maupun dengan saudara kita dan sesama kita), maka segala permasalahan pasti dapat kita hadapi dan selesaikan dengan baik untuk kemuliaan nama Tuhan kita.
Damai sejahtera TUHAN Allah menyertai kita semua!!

Bapa disorga puji syukur kunaikan, hormat dan sembah kupanjatkan kepadaMu. Engkau layak terima semua kemuliaan dan kekuasaan, sebab Engkaulah Raja di atas segala raja.
KepadaMu ku bertelut menyembah dan mempersembahkan diriku, berkuasalah Tuhan atasku. AMin.