Tampilkan postingan dengan label Lukas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lukas. Tampilkan semua postingan

07 April 2011

Mendengar suara Tuhan

Luk 15:17 : "Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku disini mati kelaparan."

Tuhan Yesus mengatakan :"Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi (Yoh 6:35).
Kuncinya adalah dengar-dengaran dengan Tuhan, komunikasi intim denganNya, maka rohani kita akan hidup dengan segala kemakmuran sorgawi.
Ada 5 langkah cara mendengarkan suara Tuhan yang diambil dari kisah tentang Anak yang hilang ( Luk 15:11-20 ) :
  1. Menyadari bahwa kita sudah jauh dari Tuhan ( penyebabnya bisa dosa dan kesalahan kita) (ayat17);
  2. Mau mendengar suara Tuhan dengan membuang segala dosa dan kejahatan. (ayat 18= ada kemauan untuk bangkit dan kembali kepada bapa);
  3. Merendahkan diri kepada Tuhan (ayat 19 : anak ini mau merendahkan diri menjadi hamba) ;
  4. Melakukan dan bertindak dengan segera untuk memulainya ( ayat 20: anak ini bertindak bangkit dan pergi menemui bapanya);
  5. Tuhan akan mendekatkan diriNya kepada kita ( ayat 21 : bapanya berlari mendapatkannya, merangkul dan menciumnya)
Luar biasa... Haleluya !! Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Maha Pengasih adanya, yang mau mengampuni setiap orang yang bertobat dan menemuinya.
Bapa disorga aku mau setiap saat mendengarkan suaraMu. Bimbinglah senantiasa untuk dengar-dengaran denganMu. Sangat kurindukan hubungan yang intim denganMu Bapa. Kabulkanlah Bapa permohonanku ini karena kuminta dalam nama Tuhanku Yesus Kristus. Amin.

06 April 2011

Covetousness (Ketamakan)

Luk 12:15 :"And He said to them, "Take heed and beware of covetousness, for one's life does not consist in the abundance of the things he possesses."

Manusia sering berpikir bahwa kehidupannya tergantung pada hartanya, pada apa yang dia miliki; demikian pula dia menilai sesamanya, pada umumnya dinilai dengan dasar kekayaan yang dimilikinya.
Sebaliknya Tuhan menilai bahwa manusia hidup bukan digantungkan atau didasarkan pada kekayaannya; harta tidak berkuasa atas jiwa manusia.
Kemarin kita telah membahas tentang salah satu sikap mental yanng menyeret dunia ke dalam arus krisis perekonomian secara global yaitu sikap keserakahan.
Ketamakan dan keserakahan adalah kakak beradik kembar.
Ketamakan dan keserakahan selalu menyesatkan orang; seperti ada tertulis "...mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa, dan yanng mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan (1 Tim 6:9).
Kaya dihadapan Tuhan adalah hal yang berharga untuk diperjuangkan yaitu mempunyai iman untuk bergantung kepadaNya dalam menjalani hidup ini.

Bapa disorga di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku mohon ampun atas segala dosa ketamakan yang mengikat dalam hidupku. Kelimpahan berkat dariMu adalah anugerah bukan suatu tujuan dalam hidupku dan aku sadar Tuhan untuk setiap kelimpahan berkat jasmani maupun rohani yang Engkau berikan kepadaku adalah untuk kemuliaan namaMu, wajib kukembalikan untukMu Bapa. Ajarku untuk selalu merendahkan hati dihadapanMu dan sesamaku, agar hidupku dipenuhi oleh kasihMu yang sangat berharga. Terima kasih Tuhan untuk kekayaan yang Engkau berikan kepadaku yaitu kehidupan kekal abadi bersamaMu. Amin.

31 Maret 2011

Good Choice

Luk 23:24,25 :" Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. dan ia melepaskan orang yang dimasukkan kedalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan...tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya."

Setelah memeriksa perkara Yesus, Pilatus berkata untuk ketiga kalinya kepada mereka...' tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati padaNya, yang setimpal dengan hukuman mati (ayat 22a, 23).
Sebagai orang yang berwenang seharusnya Pilatus menutup kasus Yesus dengan menjatuhkan putusan cambuk dan kemudian melepaskanNya. Namun yang dilakukan oleh Pilatus adalah mencuci tangan dan berkata : Aku tidak bersalah atas darah orang ini; itu urusanmu sendiri!" (Mat 27:24).
Pertanyaannya Benarkah Pilatus tidak bersalah?
Yakobus 4:17 berkata:"...jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."
Bagaimana dengan kita dalam menghadapi situasi hidup sehari-hari, apakah kita sudah mengambil keputusan yang benar, keputusan yang baik?
Lakukan perbuatan yang baik, jangan diam... jangan cuci tangan...jangan acuh terhadap apa yang tidak baik.

Bapa, ajar aku untuk senantiasa dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak sesuai denngan kehendakMu. Roh Kudus bimbing dan teguhkan aku untuk dapat memilih mana yang baik dan harus kulakukan agar aku menjadi sempurna seperti Bapa yang sempurna.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

04 Maret 2011

Money Trap

Luk 12:15 :"KataNya lagi kepada mereka :"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung daripada kekayaannya itu."

Tuhan mengingatkan kita melalui perumpaan yang tertulis dalam Lukas 12:16-21 mengenai asas-asas yang seharusnya melandasi sikap kita terhadap uang, kekayaan dan bisnis kita.
Jika kita teliti dalam perumpamaan tersebut jelas sekali Tuhan tidak pernah menentang seseorang untuk menjadi kaya; bahkan sebaliknya Tuhanlah yang memberikan kuasa kepada kita untuk menjadi kaya ( Ul 8:18).
Usahawan dalam Lukas 12 tersebut benar-benar berhasil dalam usahanya, hasil tanahnya berlimpah-limpah, gudangnya tidak muat lagi untuk menampung segala harta kekayaannya. Diapun merencanakan untuk pengembangan bisnis secara besar-besaran, memperbesar lumbung-lumbungnya. Sampai disini tidak ada yang salah dengan usahawan ini. Tuhan tidak pernah mengecam suatu usaha yang sehat dan berkembang !

Kesalahan usahawan ini tampak pada waktu ia berucap :"Ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, bersenang-senanglah!"
Disinilah letak masalah itu karena sikap hatinya, ia memandang hartanya dan memutuskan dirinya telah terjamin oleh hartanya itu; ia menyimpulkan dan merasa terjamin bahwa untuk bertahun-tahun lamanya dapat hidup dari hasil investasinya (hartanya, uangnya).
Tuhan tidak pernah melarang kita untuk menabung, berinvestasi, memiliki berbagai macam asuransi. Tuhan telah mengingatkan dan menghendaki agar hidup kita tidak tergantung pada kekayaan kita walaupun kekayaan itu berlimpah-limpah!

Tuhan bahkan menghardik dengan keras usahawan itu dan menyebutnya sebagai Orang BODOH.
Ada 3 kebodohan yang diungkapkan dalam Firman ini yaitu : menginvestasikan waktunya, tenaga dan uangnya hanya untuk membuat dirinya merasa kecukupan; tidak menyadari bahwa kekayaan tidak memberikan jaminan untuk masa depan; bersikap serakah dan mementingkan dirinya sendiri dengan kekayaannya.
Marilah kita menginvestasikan waktu dan tenaga kita bagi harta yang kekal.
Marilah kita mengabdikan diri pada Tuhan sebagai penjamin dan pengawas hidup kita.
Marilah kita menghimpun kekayaan bagi Allah, bukan bagi diri sendiri.

Bapa di sorga terima kasih untuk peringatanMu kepada kami agar tidak terjebak dalam jebakan uang Hari ini kami mau menegaskan ulang bahwa hati kami terfokus padaMu, hati kami tunduk kepadaMu sebagai Tuan kami satu-satunya. Roh Kudus marilah Engkau kuatkan dan teguhkan kami dari godaan, jebakan uang yang selalu mengintip kami untuk membelokkan kami dari jalan Tuhan. Amin.

28 Februari 2011

Kunci Pertumbuhan Iman

Luk 17 :5 :"Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"

Iman bukanlah sesuatu yang sekedar kita terima satu kali saja, namun merupakan sesuatu yang harus meningkat/bertumbuh di dalam hidup kita.
Tuhan Allah telah memberikan untuk pertama kalinya seukuran iman kepada kita untuk menerima keselamatan kita .
Selanjutnya kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar ( Filipi 2:12); ini berarti banyak bidang-bidang baru dalam hati dan kehidupan kita yang akan mengalami kelepasan dan penebusanNya, agar kita bertumbuh menjadi serupa denganNya; dan semuanya itu kita jalani dengan iman yang juga semakin bertumbuh.

Iman adalah seperti sebuah otot, ia harus dilatih agar dapat bertumbuh dan berkembang.
Kunci pertumbuhan iman adalah :
  1. Hubungan erat dengan Tuhan
    Iman harus berakar dan tertanam dalam suatu hubungan yang erat dengan Tuhan. Iman yang besar dihasilkan dalam hidup Henokh dengtan berjalan bersama Tuhan dan mengadakan waktu untuk bersekutu erat denganNya ( Ibr 11:5, Kej 5:22-24 )
  2. Kerendahan hati
    Kerendahan hati dihasilkan dari suatu hubungan yang akrab dengan Tuhan. Luk 17:7-10 Tuhan memeberikan respon kepada murid-muridNya yang meminta ditambahkan imannya yaitu dengan memberikan sebuah perumpaan dengan subyek kerendahan hati dan memiliki hati seorang hamba.
    Iman adalah suatu ketergantungan yang kudus kepada Tuhan, iman dan kerendahan hati tidak terpisahkan, karena akar iman terlatak dalam kebergantungan yang rendah hati kepada Tuhan.
  3. Ketaatan
    Kerendahan hati membawa kita menuju kepada ketaatan, dalam hal ini kita wajib belajar dari orang Israel yanng dikatakan Tuhan sebagai "anak-anak yang tidak mempunyai iman "( Ul 32:20). Mereka terus menerus mengabaikan dan sama sekali tidak mau mendengarkan suara Tuhan ( Yer 11:6-8). Mereka meninggalkan Allah dan mengabaikan hubungan mereka denganNya; karena kesombongan mereka, mereka percaya kepada diri sendiri ( Ul 32:15).
  4. Percaya
    Percaya bukan iman; namun merupakan suatu sikap hati yang positif. Suatu hati yang percaya mutlak diperlukan agar iman dapat beroperasi di dalam hidup kita. Sikap hati percaya akan mengatakan :"Saya tahu bahwa Engkau mampu Tuhan!" Percaya memimpin kita kepada iman.
  5. Merenungkan Firman Tuhan
    Rom 10:17 :"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan. Tidak ada ujian atau rintangan yang terlalu besar untuk kita taklukan jika kita terus menerus merenungkan Firman Tuhan.
Iman untuk melakukan mujizat-mujizat yang luar biasa tidak akan pernah datang secara tiba-tiba dalam hidup kita. Iman dikembangkan dan diperbesar tatkala kita melatihnya dalam hal-hal kecil dalam hidup kita; oleh karena itu mari kita mencari Tuhan secara aktif agar ia memberikan iman kepada kita dalam hal-hal kecil, yang akan menyiapkan kita kepada tindakan-tindakan iman yang besar !

Bapa di sorga terima kasih untuk iman yang telah Engkau berikan kepada kami. Pertama-tama Engkau memberikan iman yang membawa kami kepada keselamatan, iman yang membawa kami masuk dalam kerajaan terang, iman yang membuat kami dilahirkan kembali dalam cahaya kemuliaanMu. Kami sadar bahwa kami harus mengerjakan keselamatan itu terus menerus dalam kehidupan kami, dan tak jarang dalam menghadapi kehidupan ini kami mengalami rintangan dan ujian, beban dan masalah; kami mau bergantung padaMu ya Tuhan, kami mau merendahkan hati kami kepadaMu ya Tuhan, karena kami percaya bahwa Engkau pasti menolong kami dan memberikan kemenangan kepada kami sesuai dengan FirmanMu! Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.

18 Februari 2011

Otoritas untuk jadi Pemenang !

Luk 10:19 :"Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu."

Ada 2 kata kuasa dalam Firman Tuhan tersebut, padahal dalam bahasa Yunani kata kuasa yang pertama disebutkan sebagai "Exousia" yang berarti wewenang (otoritas).
Sehingga pengertiannya sebagai berikut : Sesungguhnya Aku telah memberikan wewenang kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh...
Apa bedanya antara wewenang dan kuasa?
Perbedaan ini dapat kita jelaskan dengan mengambil contoh perbuatan yang dilakukan oleh seorang polisi dalam mengatur lalu lintas di jalan.
Dia bukannya mempunyai suatu kekuatan untuk menahan lajunya kendaraan-kendaraan yang lalu lalang, namun dia mempunyai suatu "kekuatan yang lebih besar"; oleh karena dalam diri polisi itu telah dilimpahkan wewenang dari pihak pemerintah untuk melakukan tugasnya itu.
Jadi wewenang adalah kuasa yang dilimpahkan!

Tuhan Yesus telah melimpahkan wewenang yang diperolehNya melalui kuasaNya yang sanggup mengalahkan maut itu kepada jemaatNya ( Mat 28:18,19).
Wewenang ( kuasa yang dilimpahkan) dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang berada di atas segala nama telah diberikan kepada kita ( umatNya ); oleh karena itu kita sudah mempunyai kuasa untuk mengalahkan musuh.
Apakah tanda-tandanya bahwa wewenang itu ada di dalam diri kita?
Mark 16:17,18 : "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka. Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Bapa disorga terima kasih atas segala kewenangan yang telah Engkau berikan kepada kami melalui nama di atas segala nama yaitu nama Tuhan Yesus Kristus. Di dalam namaNya ada segala kuasa di sorga dan di bumi; dan kuasa itu telah Engkau limpahkan kepada kami jemaatMu. Kami sadari bahwa dalam setiap kewenangan mengandung pula suatu tugas, Bapa kami akan menyiapkan hati dan diri kami untuk senantiasa siap menjalankan tugas yang Engkau berikan kepada kami seiring dengan kewenangan yang Engkau limpahkan kepada kami. Demi nama Tuhan Yesus Kristus jadilah kehendakMu.Amin.

27 Januari 2011

Rejoiced in God

Luk 1:46-47 :"And Mary said:"My soul magnifies the Lord, and my spirit has rejoiced in God my Savior."

Betapa ajaib hal yang dilakukan oleh Tuhan terhadap Maria; ia dipilih untuk melahirkan Yesus, ia bersyukur oleh karena Tuhan yang Maha Kuasa melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadanya.
Saat itu mungkin Maria juga bertanya-tanya : "Oh Tuhan siapakah aku ini sampai Tuhan melakukan suatu yang begitu mulia pada diriku?"
Tepat juga jika kita bertanya-tanya dalam hati kita : "Oh Tuhan siapakah aku ini sampai Engkau rela mati bagiku di kayu salib?"
Jawaban Tuhan tidak lain dari : " Engkau berharga dimataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau...." "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu" ( Yes 43 :4,1).
Sungguh layak kita bersuka cita seperti Maria juga bersuka cita atas perbuatan besar yang sudah Tuhan lakukan kepada kita !

Jangan takut sebab Tuhan telah menebus kita, kita adalah kepunyaanNya. Dia tidak akan sekali-kali meninggalkan, menelantarkan milikNya. PertolonganNya tidak pernah terlambat, dan sebagai bukti kepercayaan kita kepadaNya, mari kita bersuka cita dalam Tuhan, bersuka cita karena Tuhan sudah menjadi Juru Selamat kita dalam setiap aspek kehidupan kita.

Mari kita ucapkan dengan suara yang lantang pengakuan iman kita :
Saya berasal dari Allah, Saya dilahirkan dari Allah, saya adalah anak Allah, saya adalah ahli waris kerajaan surga.
Saya bukan orang biasa, sebab saya terikat pada kemahakuasaanNya, saya terikat kepada Tuhan sendiri dan saya sedang melaksanakan kehendak Tuhan dimuka bumi ini.
Tuhanlah sumber kelengkapanku. Tuhanlah sumber segala kemampuanku. Tuhanlah sumber kekuatanku. Dari Dia mengalir seluruh anugerahNya kepadaku untuk memampukanku melayaniNya.
Sukacitaku penuh didalam Tuhan!
Amin.

09 Agustus 2009

Kasih yang membebaskan.

Lukas 7:47 :"Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih"

Seorang perempuan yang sudah terkenal sebagai orang yang berdosa datang pada Yesus. Ia datang membawa minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kakiNya, lalu membasahi kakiNya dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya. Ia mencium kaki Yesus dan meminyakiNya.
Perempuan itu tahu bahwa banyak orang akan menolak kehadirannya karena dosanya. Namun perempuan itu memberanikan dirinya untuk mendekati Yesus (Yesus dikenal sebagai "rabi" yang menurut adat istiadat seharusnya tak boleh berbicara dan dekat dengan perempuan pendosa). Ia percaya bahwa Yesus akan menerima dia dengan penuh kasih. Dan Yesus memang menerima dia. Yesus berkata kepadanya: "Dosamu telah diampuni." dan Ia juga berkata: "Imanmu telah menyelamatkan dikau. Pergilah dengan selamat!."
Namun orang-orang Farisi tidak bisa menerima tindakan Yesus itu. Bagi mereka Yesus telah melanggar ketentuan adat. Tetapi Yesus menunjukkan kepada mereka bahwa orang yang banyak berbuat kasih, dosanya diampuni. Dan orang yang banyak diampuni akan lebih mengasihi orang yang memberikan pengampunan kepadanya dari pada orang yang sedikit diampuni.
Keberanian untuk datang pada Yesus saat jatuh dalam dosa adalah suatu hal yang tidak mudah. Orang kadang malu pada orang lain, gengsi, dan di sisi lain merasa tak pantas di hadapan Tuhan. Untuk kembali ke jalan Tuhan membutuhkan "kenekatan" untuk tidak mempedulikan pandangan orang lain atau apa kata orang lain. Orang perlu "nekat" untuk kembali ke jalan Tuhan karena itulah yang terbaik untuk hidupnya.

Bapa di sorga kasihMu sungguh berlimpah bagi setiap orang yang mau bertobat berbalik ke jalanMu yang terang. KasihMu melepaskan belenggu, kasihMu melenyapkan beban dosa, kasihMu melegakan hati yang kering...sungguh kepenuhan akanMu senantiasa kami harapkan tiap-tiap hari, karena hanya dengan kelimpahan yang daripadaMu kami boleh hidup berkenan dihadapanMu. Segala puji, hormat, syukur dan kemuliaan hanya bagiMu ! Amin.

01 Agustus 2009

Murah Hati = Kunci Kemuliaan !

Lukas 6:30-36:"Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Wow sungguh makanan yang keras firman Tuhan di atas.
Tidak ada bedanya antara orang percaya dan orang berdosa bila mereka hanya mengasihi orang yang mengasihi mereka ! Tidak ada bedanya kalau kita meminjamkan dengan harapan menerimanya kembali bahkan tanpa bunga sekalipun, sebab orang berdosapun melakukan hal yang sama.
Bagaimana cara kita dapat mengasihi musuh kita; bagaimana caranya kita dapat berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita; bagaimana caranya kita dapat meminjamkan kepada orang yang tidak tahu berterima kasih tanpa mengharapkan balasan?

Kuncinya cuma dua kata yaitu MURAH HATI.
Murah hati adalah salah satu karakter ( baca Buah Roh) dari orang percaya yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus. Suatu karakter yang diperbaharui tiap-tiap hari menuju kesempurnaannya.
Seperti teladan yang telah Tuhan Yesus berikan kepada kita dalam Luk 23:43a : "Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Maka kita pun dapat mengasihi dan berbuat baik kepada musuh atau orang yang berbuat jahat kepada kita melalui doa dan pengampunan kepada mereka. Dan kepada mereka yang tidak tahu berterima kasih, kita mau memberikan sesuai dengan kerelaan kita.
Tuhan mau agar kita mempunyai kedudukan 2 tingkat di atas kedudukan orang pada umumnya. Jika seseorang mempunyai kedudukan sebagai si berpiutang, ini jelas 1 tingkat di atas orang yang berhutang; namun Tuhan menginginkan kita lebih dari siberpiutang ( bandingkan dengan "lebih daripada pemenang"); Tuhan menghendaki kita menjadi berkat bagi orang lain; inilah 2 tingkat di atas keberadaan manusia pada umumnya ! Luar biasa jalan Tuhan untuk memuliakan umat pilihanNya; luar biasa Tuhan menetapkan siapa yang disebut sebagai anak-anakNya.

Bapa disorga terima kasih untuk firmanMu yang seperti makanan yang keras ini; dibalik beratnya perintah yang harus kami jalani yaitu mengasihi musuh kami, berbuat baik kepada orang berbuat jahat kepada kami dan memberikan pinjaman tanpa mengharap balasannya; sekarang kami tahu alasannya mengapa Engkau memerintahkan kami untuk melakukan hal-hal itu, Engkau ingin memuliakan kami sebagai anak-anakMu, anak Raja di atas segala raja, anak Penguasa Alam Semesta. Terima kasih Tuhan karena upah yanng besar telah menanti kami yang melakukan firmanMu ini. Dalam nama Yesus Kristus kami mengucap syukur dan mohon pimpinanMu tiap-tiap hari untuk melakukan firmanMu ini. Amin.

06 Juli 2009

Program Kemenangan 2

Luk 11:24-26 :"Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatkannya, ia berkata: aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu, maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan berdiam disitu. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula."

Kesalahan besar yang dilakukan oleh banyak orang yang telah menerima pelayanan pelepasan adalah membiarkan dirinya kosong; sesuai dengan firman di atas, roh jahat itu bebas keluar masuk tanpa ada perlawanan.
Satu prinsip yang perlu kita ingat adalah sampai dimana kita mengijinkan setan mempunyai jalan masuk kepada pikiran kita, sampai di tingkat itulah ia mempunyai kuasa atas kita!

Program kemenangan kedua adalah Jangan berikan setan jalan masuk ke dalam pikiran kita !
Tuhan Yesus sudah mengalahkan stan dan memberikan kepada kita kuasa atas dirinya dan atas serangan-serangannya terhadap kita, tapi kuasa itu tidaklah bekerja sampai kita melawan setan, menolak pemikiran-pemikirannya, menolak kebohongannya, menolak serangannya terhadap pikiran dan tubuh kita.

Yakobus berkata kepada orang-orang percaya: Tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu." ( Yak 4:7)
Jenis melawan yang dibicarakan oleh Yakobus bukan sekedar suatu peperangan secara mental, bukan pikiran untuk mengatasi masalah atau juga bukan sekedar berpikir positif !
Melawan disini berarti bangkit dalam Roh Allah ( mengambil kekuatan, pengurapan dan kuasa dari Allah melalui Roh Kudus) dan secara aktif dan agresif menentang setan dengan menolak pemikiran-pemikirannya, kebohongan-kebohongannya dalam nama Yesus, ; lawanlah ia dengan iman yang teguh ( 1Pet 5:8,9).

Jadi jangan memberikan jalan masuk bagi setan untuk menguasai pikiran kita: pada saat kita menjadi takut, kuatir, tergoda, putus asa atau tertekan, kenalilah hal itu sebagai suatu serangan setan terhadap pikiran kita! Segera masuk dalam alam roh minta pengurapan Roh Kudus dan lawanlah setan dalam nama Yesus.

Bapa disurga terima kasih untuk kebenaran firmanMu, pengurapan dan kuasaMu, kasih dan kesetiaanMu. Roh Kudus kiranya senantiasa memenuhi kami, hati dan pikiran kami dengan kepenuhan surgawi. Kami tidak akan membiarkan pikiran kami menjadi pasif dan kosong, kami mau untuk memusatkan pikiran kami kepadaMu. Kami tolak setiap serangan, tekanan dan muslihat setan dalam nama Yesus; kami mengambil otoritas dari surga untuk menjalankan kuasa Allah dalam hidup kami agar senantiasa dipenuhi oleh damai sejahteraNya. Dalam nama Yesus Kristus kami bersyukur dan berdoa. Amin.

23 Juni 2009

Gereja yang Berkemenangan

Luk 4:18-19 :"Untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Tugas pelayanan yang dikerjakan Yesus seperti yang disebut dalam firman di atas dan tugas tersebut juga wajib dilaksanakan oleh GerejaNya ( Tubuh Kristus ); oleh karena Dia telah memberikan wewenang dan kuasaNya kepada gerejaNya untuk bertindak membebaskan orang-orang yang tertindas oleh kuasa kegelapan, membebaskan orang-orang yang tertawan oleh kuasa kegelapan, memberikan penglihatan bagi mereka yang dibutakan oleh kuasa kegelapan dan memberitakan bahwa Tuhan mengasihi manusia dan pintu rahmat& pengampunannya masih terbuka!

Intinya Gereja mempunyai tugas yang sama dengan Tuannya (Kepalanya); namun apa yang terjadi pada Gereja saat ini?
Lihatlah betapa humanisme sudah mulai mengakar dan mencengkeramnya! Betapa Gereja saat ini menekankan pada kekuatan berpikir secara positif, yang berintikan pada ajaran-ajaran tentang motivasi meraih keberhasilan dan hidup dalam kesuksesan secara duniawi "dengan balutan" firman Tuhan.
Gereja hanya mencari tiap orang yang terikat dan tertawan oleh obat bius dan menyerahkan ke pusat-pusat rehabilitasi; gereja mengirimkan mereka yang terganggu emosinya ke psikolog-psikolog; gereja merekomendasikan penasehat perkawinan bagi mereka yang rumah tangganya bermasalah; dan gereja membawa mereka yang sakit dan hampir mati ke rumah sakit !
Betapa menyedihkan melihat banyak gereja sedang mematikan dirinya sendiri !
Gereja tidak dapat menghadapi tantangan rohani yang ada di dunia ini hanya dengan program-program kegiatan sosial, paduan suara yang indah atau teknik-teknik motivasi yang handal; bukan itu yang dibutuhkan gereja saat ini !
Kita tidak akan dapat bertahan melawan setan dan menarik jiwa-jiwa dari jalan menuju neraka dengan membanjiri mereka dengan kata-kata psikologi atau motivasi kejiwaan.

Marilah kita bertobat ! Hendaklah kita di"PENUH"i Roh Kudus; tidak cukup hanya dibaptis dengan Roh Kudus dan dapat berbahasa Roh !
Mari kita jawab kebutuhan dunia saat ini dengan kuasa dan kepenuhan Roh Kudus !

Bapa disorga ampunilah kami yang sering menggunakan akal pikran, pengetahuan dan kepandaian kami untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi disekeliling kami. Penuhilah kami dengan RohMu dan kuasaMu, agar smeua itu boleh menjadi nyata, dilihat dan didengar orang, sehingga mereka boleh berbalik dan bertobat serta menerima keselamatan yang telah Engkau sediakan. Segala kemuliaan hanya bagiMu TUHAN! Dalam nama Yesus Kristus kami mohon kabulkanlah doa ini. Amin.

13 Juni 2009

Doa yang Benar

Luk 18:11,12 :" Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini : Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku."

Jika kita membaca ayat di atas maka kesan pertama yang muncul adalah orang tersebut sedang memuji-muji dirinya sendiri dan menjelekkan orang lain. Doanya diselubungi dengan pengucapan syukur seolah-olah dia adalah orang yang rendah hati, namun dibalik pujian itu dia telah mencuri bagi dirinya sendiri pemujian, peninggian dirinya sendiri.

Tuhan tidak senang dengan sikap hati yang sombong seperti itu. Tuhan tidak berkenan pada orang yang menganggap dirinya lebih baik daripada orang yang lain atau yang menutup-nutupi kekurangan diri sendiri dengan jalan membicarakan kejelekan orang lain.
Tuhan Yesus berkata : Barangsiapa yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa yang merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Dan itulah yang dilakukan oleh pemungut cukai, ia berdoa tanpa berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul dirinya sendiri dan berkata : "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini."
Doa yang benar selalu dibawakan dengan kerendahan hati yang murni/tulus dan bertujuan untuk memuliakan Allah yaitu meminta Dia menggenapi janji-janjiNya, mewujudkan janji-janjiNya atas hidup kita, agar hidup kita boleh kita persembahkan kepadaNya sebagai persembahan yang harum!

Bapa di sorga, jauhkan kami dari "ragi" orang Farisi yaitu menjadikan doa sebagai sarana untuk memuji diri, untuk membela diri, untuk meninggikan diri; ajarlah kami untuk selalu merendahkan hati kami dan biarlah kami boleh menjadikan doa sebagai sarana untuk mencurahkan isi hati kami kepadaMu, bukan untuk membela diri dari dosa dan kesalahan kami. Roh Kudus mari teguhkan dan kuatkan hati kami, kami mau tunduk dan merendahkan hati kami. Amin.

28 April 2009

Kekayaan Sejati

Luk 12:20-21 :"Tetapi Firman Allah kepadanya : Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya dihadapan Allah."

Dalam dunia kenotariatan masalah hukum waris adalah hal yang paling rumit; masalah warisan telah menghancurkan banyak keluarga-keluarga, yang tadinya bersaudara hanya oleh karena harta duniawi mereka berseteru, bahkan hubungan antara orang tua yang masih hidup dengan anaknya terputus hanya oleh karena pembagian harta warisan.
Hal itu sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, pada waktu Tuhan Yesus hidup Ia pun disodori permasalahan tentang warisan, baca Lukas 12 :13-21.
Dalam kasus ini Tuhan tidak mendorong orang yang bermasalah tersebut untuk memperjuangkan bagian yang adil atau menuntut hak yang sama, sebab Ia melihat motif ketamakan pada orang itu. Maka Tuhan mengingatkan bahwa walaupun seseorang hartanya berlimpah-limpah, hidupnya tidak tergantung daripada kekayaannya itu.

Tuhan menginginkan kita kaya dihadapan ALLAH ( Elohim ), Ia menasehatkan kita untuk membeli emas yang telah dimurnikan dalam api, agar kita menjadi kaya ( Why 3:18 ).
Emas disini adalah simbol sifat ilahi, sifat ilahi yang dihasilkan dari dalam tungku penderitaan ( Yes 48 :10, Mal 3:2,3).
Memiliki karakter ilahi yaitu menjadi seperti Allah dan memiliki sifat-sifatNya. Karakter kita adalah keseluruhan dari pilihan dan keputusan kita.
Tatkala kita dihadapkan dengan suatu keputusan yang sulit, atau suatu pencobaan yang menyiksa hati, apakah kita memilih jalan yang mudah atau jalan Allah, apakah kita memilih berkata "tidak" kepada perasaan-perasaan kita atau berkata "ya" kepada kehendak Allah ?
Karakter inilah yang akan kita bawa sampai kekekalan, itulah kekayaan sejati kita di alam kekal.

Yang berikutnya adalah perbuatan-perbuatan/ pekerjaan-pekerjaan kita ( Why 14:13). Perbuatan-perbuatan kita akan mengikuti kita ke dalam kekekalan. Yang perlu kita ingat adalah hidup kekal di surga itu anugerah dari Tuhan dan tidak dapat kita usahakan dengan upaya kita sendiri. Namun balasan dan upah yang akan kita terima di sorga adalah sesuai dengan perbuatan-perbuatan kita. (Why 22:12)
Perbuatan-perbuatan kita di dunia dan dalam hidup kita saat ini adalah modal kita di sorga untuk "membeli" bahan-bahan bangunan dan membangun rumah kita di sorga.

Bapa di sorga kami menyadari bahwa dengnan karakter dan perbuatan kami selama kami hidup di dunia ini akan menentukan kedudukan dan keindahan rumah tinggal kami di sorga. Kami mau secara sadar untuk terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Engkau, kami mau berkembang menjadi sepertiMu, memiliki kekuatan-kekuatan dan buah-buah kehidupan sesuai dengan karakterMu, ya Bapa. Roh Kudus kami minta pimpinanMu senantiasa agar kami dapat berkembang sesuai dengan yang telah TUHAN Allah tetapkan untuk menjadi bagian kami. Demi nama Tuhan Yesus Kristus kami mengucap syukur dan berdoa. Amin.

15 Desember 2008

Hak Istimewa vs Pengalaman Rohani

Luk 15:31 :"Kata ayahnya kepadanya:'Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu'."

Dalam ayat ini dapat digambarkan adanya 2 hak istimewa yang diberikan oleh Tuhan kepada anak-anakNya yaitu "selalu bersamaku"= persekutuan yang tetap terpelihara denganNya; ini menyatakan kehadiran Allah di dalam kita, sehingga dalam segala kesulitan, kita tetap ada pada ketenangan dan kedamaian. Persekutuan ini tetap akan ada apabila kita berjalan dalam iman dan ketaatan.
Yang kedua adalah "segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu". Haleluya!
Bapa telah memberikan AnakNya yang Tunggal , Dia memberikan segala sesuatunya pada kita ( renungkan 1 Kor 3:22-23 dan Yoh 14:13 ). Apa saja yang kita minta dalam namaNya, Ia akan melakukannya. Amin!

Namun kenyataannya apakah kita telah menikmati karunia itu? Jika tidak mengapa?
Apakah kita juga berkata seperti anak sulung berkata :"Tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing!" ( Luk 15:29).
Si sulung telah hidup dalam ketidak percayaan, kebodohan, kebutaan dan tidak menyadari hak istimewa yang disediakan oleh bapanya. Pengalaman hidup yang kita alami tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah Bapa disorga, dan itu bukan kesalahan Bapa, namun kesalahan kita akibat dari ketidak percayaan kita pada kasih, kuasa dan pada kenyataan janjiNya.

Jikalau ada diantara kita yang tidak menikmati karunia/hak istimewa yang disediakan oleh Bapa disorga, marilah buka hati kita dan biarkanlah Allah mengerjakan keyakinan dalam hati setiap orang yang imannya mulai lesu. Hancurkanlah kehidupan dosa yang diwarnai kekacauan, kemarahan dan tidak memiliki kasih lewat keyakinan baru yang Allah berikan.

Bapa disorga, Allah sumber segala anugerah dan berkat ku buka hatiku bagi segala janjiMu, ya dan amin adanya. Roh Kudus nyatakan kehadiran Bapa setiap saat dalam hidupku, berikan kepadaku kuasa untuk menikmati persekutuan yang indah dengan Bapa. Terima kasih Bapa untuk anugerah, hak-hak istimewa yang kau berikan kepadaku. Haleluya. Terima kasih Tuhanku Yesus Kristus untuk pemulihan yang Kau kerjakan dalam hidupku. Haleluya. Amin.