12 November 2008

Sukses atau bahagia ?

Mat 25:21 : "Maka kata tuannya itu kepadanya : Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Pada jaman ini jika kita ditanya manakah yang kita pilih duluan agar nyata dalam hidup kita : sukses atau bahagia ?
Banyak orang mengatakan : sukses akan memberikan akses bagi pemenuhan kebutuhan bahkan keinginan hati sehingga dengan demikian akan timbul kebahagiaan akibat terpenuhinya apa yang diinginkannya.
Semangat hedonisme saat ini melanda dunia, melanda generasi muda saat ini. Lakukan dengan segala cara asalkan keinginan terpenuhi; inilah yang disebut kesuksesan sekaligus kebahagiaan.

Firman Tuhan tidak mengajar demikian! Firman Tuhan mengajarkan bahwa kebahagiaan adalah kunci menuju kesuksesan.
Cintailah pekerjaan yang anda lakukan saat ini, maka kesuksesan akan mengikutinya.
Kebahagiaan yang sejati akan kita peroleh melalui kesetiaan kita dalam melakukan hal-hal yang kecil yang Tuhan percayakan kepada kita. Lakukanlah pekerjaan kita dengan penuh tanggung jawab, maka kebahagiaan dan kesuksesan akan mengikutinya.

Bapa di surga aku bersyukur atas pekerjaan yang saat ini Engkau percayakan kepadaku, aku mau melakukannya dengan penuh tanggung jawab, agar Engkau dipermuliakan. Aku percaya Engkau yang akan menambahkan menjadi besar sesuai kemampuan yang Engkau berikan kepadaku. Terima kasih Bapa atas FirmanMu hari ini yang meneguhkanku dalam melakukan pekerjaanku. Amin.

11 November 2008

Serve with gladness

Maz 100:1,2 :"Make a joyful shout to the LORD, all you lands! Serve the LORD with gladness; come before His presence with singing."

Seorang anak Tuhan yang sadar akan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya hari lepas hari akan mengalami sukacita dalam hatinya.
Dia akan melayani Tuhan dengan hati yang senang ( senang hati ) karena Tuhan adalah Allahnya yang maha dahsyat, Allah yang perkasa. Ya Dialah yang melindungi kita dan yang menyediakan apa yang terbaik untuk kita.

Melayani Tuhan dengan sukacita ( senang hati ) harus menjadi ciri pelayanan kita; suka cita ini terwujud karena kita menyadari bahwa Ia selalu hadir dekat kita, sejauh dihati kita ( ada orang yang mengatakan sejauh urat nadi kita ).
Melayani Tuhan tidak harus di gereja, namun disetiap aspek kehidupan kita. Yang paling utama adalah kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap kekuatan, segenap jiwa dan akal budimu.
Mengasihi Tuhan adalah memprioritaskan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. Hormati dan taatilah Dia dalam segala laku kita. Inilah melayani Tuhan yang utama, yang sesuai dengan tujuanNya untuk menciptakan kita sebagai mahluk ciptaanNya yang serupa dan segambar denganNya.
Mari izinkan Tuhan Yesus memimpin hidup kita dan kitapun dapat datang kehadiratNya sambil bernyanyi-nyanyi dengan suka cita, sementara mengalami turun tanganNya dalam segala sesuatu yang kita alami.

Bapa di surga aku mau melayaniMu dengan hati yang senang, dengan hati yang bersuka cita, oleh karena keselamatan yang telah Engkau berikan dan kehidupan kekal serta rumah di surga yang telah Engkau sediakan bagiku.
Kunaikan pujian bagiMu ya TUHAN Allahku yang maha dahsyat dan perkasa! Segala kemuliaan hanya bagiMu! Amin.

10 November 2008

To be a Hero

Kej 37:9 :"...Katanya :"Aku bermimpi pula : Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

Tanggal 10 November dikenal sebagai Hari Pahlawan. Di Surabaya diadakan upacara peringatan besar-besaran untuk menghormati para pahlawan yang telah membela, yang rela berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan.

Pada jaman ini seseorang pahlawan adalah seorang yang mampu mengubah ketidakberdayaan menjadi suatu yang berdaya guna; seorang yang mampu membawa perubahan dari kesesakan menjadi suatu kelegaan...
Bagaimana seseorang dapat menjadi pahlawan ?
Ada 3 tahap yang harus dilalui seseorang untuk menjadi seorang pahlawan, yaitu :
  1. Mempunyai Visi
    Carilah visi dari Tuhan, mintalah agar Dia menaruhnya dalam hati anda melalui mimpi, atau melalui wahyu/penglihatan.
    Dengan visi akan membuat kita termotivasi dan bergairah, sebagaimana dikatakan oleh pdt. DR Hanny Layantara,MA bahwa Vision moves us to the future!
    Tanpa visi kita akan tetap diam atau tidak bergerak; kalaupun kita bergerak maka usaha-usaha yang kita lakukan tidak terarah bahkan cenderung membuang-buang energi.
  2. Bertekun dalam Proses
    Bagian ini adalah bagian yang menyulitkan setiap orang yang hendak menjadi pahlawan, karena pada bagian terjadi pemrosesan diri seseorang, terjadi pembentukan karakter yang teguh dan ulet, sabar dan tekun, berani dan tulus.(Baca Ams 16:32 = orang yang sabar melebihi pahlawan).
    Visi tanpa proses adalah sama dengan mimpi kosong di siang bolong !
    Kita harus berani menghadapi tantangan, jangan berhenti berusaha, jangan berhenti mencoba dan jangan berhenti berharap pertolongan dari Tuhan dalam menghadapi masa sulit yang bagaimanapun.
  3. Nikmati anugerah TuhanAllah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia ( Rom 8:28 ).
    Visi dan proses yang kita jalani akan tidak berguna tanpa berkat/ anugerah dari Tuhan.

Bapa di sorga aku mohon Engkau teguhkan dan tanamkan dalam-dalam visi hidupku yaitu menjadi saluran berkat-berkatMu bagi sesamaku. Roh Kudus aku mohon kuatkan dan teguhkan aku dalam menghadapi proses pembentukan diri, proses untuk membayar harga dari perwujudan visiku; ajar ku senantiasa bergantung dan percaya hanya kepada TUHAN. Akhirnya ya Tuhanku Yesus Kristus berkati segala upaya dan usaha yang kulakukan; kupersembahkan untuk kemuliaan namaMu. Amin.

07 November 2008

Kasih setia Tuhan

Ibr 13:5 :"..karena Allah telah berfirman, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Dimasa-masa yang sulit, dimasa-masa yang penuh dengan tekanan dan kesesakan seringkali kita "merasakan" bahwa Tuhan berada jauh dari kita, seringkali kita "merasakan" bahwa Tuhan telah membiarkan kita menghadapi cobaan, masalah dan tekanan itu seorang diri.
Dalam Firman tersebut jelas sekali janji Tuhan bahwa Tuhan tidak akan pernah sekali-kali meninggalkan atau membiarkan kita, sehingga kitapun seharusnya lebih percaya bunyi Alkitab daripada "perasaan" kita.
Janganlah merisaukan apa yang kita rasakan, namun mari kita selalu berpegang pada apa yang telah difirmankan oleh Tuhan.
Selalu mulai dengan percaya dengan benar, berpikir benar dan berkata-kata benar, maka perasaan kitapun akan menjurus ke arah yang benar!
Mari kita katakan Firman ini setiap saat :" Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan dan membiarkanku seorang diri. Tuhan senantiasa besertaku dan menolong serta meneguhkanku".

Bapa disorga walaupun bumi bergoncang dan gunung-gunungpun beranjak, namun FirmanMu tetap kokoh dan kasih setiaMu tidak beranjak dariku. Roh Kudus bimbing aku senantiasa untuk dapat percaya dengan benar, berpikir dengan benar dan berkata-kata dengan benar dalam setiap situasi kehidupanku.Aku menolak untuk hidup dikuasai oleh perasaan, namun aku mau selalu hidup dengan iman kepadaMu Tuhan. Amin.

04 November 2008

Pengakuan Iman

1 Yoh 4:4 :"Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."

Pengakuan dengan berkata-kata adalah bagian yang sangat penting dalam iman kekristenan.
Tidak cukup kalau kita hanya berdoa atau mengakui Firman Tuhan hanya dalam hati.
Tuhan menghendaki agar kata-kata iman yang kita ucapkan itu membangun diri kita sendiri selain membangun orang lain.
Baca kembali renungan tentang Power of the words.

Mari kita akui Firman Tuhan ini sebagai ya dan amin dalam hidup kita.

Saya percaya bahwa Yang Terbesar itu berada di dalam diri saya.
Saya percaya bahwa Dia lebih besar daripada iblis.
Saya percaya Ia lebih unggul daripada segala cobaan dan ujian yang saya hadapi dalam hidup ini.
Saya yakin Ia lebih kuat dari taufan yang mengamuk dalam hidupku.
Saya percaya bahwa Ia lebih ulung dari segala kemelut dan masalah hidup yang saya hadapi.
Saya percaya bahwa Dia lebih kuat dari segala keadaan yang dapat menjerat saya.
Saya yakin bahwa Ia lebih unggul daripada segala sesuatu, lebih besar dari apapun juga.
Dan Yang Terbesar itu berdiam di dalam saya.
Amin.